Pecah Bentrok, Mahasiswa dan Polisi Terluka dalam Demonstrasi Menolak Omnibus Law di Malioboro

Demo mahasiswa di Malioboro menolak omnibus law, Kamis (8/10/2020)-Harian Jogja - Hafid Yudi Suprobo
08 Oktober 2020 18:17 WIB Hafit Yudi Suprobo Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Sejumlah mahasiswa dan anggota polisi terluka dalam aksi demonstrasi berujung kericuhan di kawasan Malioboro, Kota Jogja, Kamis (8/10/2020) siang hingga sore.

Pantauan Harianjogja.com, di lokasi kejadian kawasan Malioboro disesaki ratusna hingga ribuan mahasiswa. Bentrok tak terhindarkan antara kedua belah pihak.

Akibatnya sjeumlah mahasiswa dan anggota kepolisian terluka karena lemparan batu maupun kayu. Sejumlah mahasiswa yang terluka langsung dibawa menggunakan ambulans ke rumah sakit terdekat.

Sedangkan polisi yang terluka langsung mendapat pengobatan di lokasi.

Selain menyebabkan luka-luka saat demonstrasi, sebuah resto bernama Legian Garden Restaurant yang berada di sebelah selatan gedung DPRD DIY terbakar pada Kamis (8/10/2020). Penyebab kebakaran sendiri belum diketahui. Polisi masih melakukan pemeriksaan terkait dengan penyebab kebakaran.

Berdasarkan pantauan Harianjogja.com seluruh bagian cafe terbakar. Pada lantai dua cafe, bekas kebakaran terlihat jelas. Akan tetapi, lantai satu tertutup. Namun, bekas kebakaran juga terlihat disekitarnya.

Kebakaran sendiri terjadi ketika aksi unjuk rasa yang dilakukan massa aksi dilakukan di depan gedung DPRD DIY pada Kamis (8/10/2020). Aksi berujung ricuh dengan memakan korban luka baik dari polisi maupun mahasiswa.

Kapolresta Jogja Kombes Pol Purwadi Wahyu Anggoro mengatakan jika pihaknya belum bisa menyatakan apakah lemparan molotov yang mengakibatkan terbakarnya cafe tersebut.

BACA JUGA: Bertambah 51 Kasus Baru, Positif Covid-19 di DIY Hari Ini Naik Jadi 2.904

"Kalau molotov atau tidak saya belum bisa memastikan," ujar Kombes Pol Purwadi Wahyu Anggoro saya dikonfirmasi di depan gedung DPRD DIY, Kamis (8/10/2020).

Purwadi menyayangkan aksi unjuk rasa yang berakhir ricuh hingga menyebabkan korban luka maupun kerusakan infrastruktur baik di gedung DPRD DIY dan sejumlah kendaraan milik Polresta Jogja.

"Kota Jogja kan kota budaya, masak budayanya seperti ini, ini yang saya sesalkan," pungkas Purwadi.