Pjs Bupati Bantul Bagikan 135.000 Masker

Pjs Bupati Bantul Budi Wibowo saat membagikan masker kepada pedagang Pasar Pundong, Senin (12/10/2020). Pembagian masker ini merupakan bagian dari program gerakan sejuta masker. - Harian Jogja/Ujang Hasanudin
12 Oktober 2020 13:47 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Pejabat Sementara (Pjs) Bupati Bantul, Budi Wibowo bersama jajaran membagikan sebanyak 135.000 masker kepada masyarakat Bantul. Pembagian 135.000 masker ini merupakan bagian dari program sejuta masker yang diinisiasi Pemda DIY yang dilakukan di kabupaten dan kota.

Pembagian masker rencananya akan dilakukan di 13 lokasi pasar rakyat atau pasar tradisional dan relawan kebencanaan untuk diteruskan kepada masyarakat. “Seperti kita ketahui saat ini semua komponen bangsa ditantang dan memiliki tanggung jawab yang sama untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Peran serta seluruh elemen masyarakat tentu menjadi kunci agar kita dapat keluar sebagai pemenang dari pandemi ini,” kata Budi Wibowo saat meluncurkan pembagian masker serentak di Pasar Pundong, Senin (12/10/2020).

Budi mengatakan Covid-19 dapat menyerang semua orang. Virus corona tidak mengenal usia, jenis kelamin, lingkungan bahkan pangkat sekalipun. Menurut dia, Covid-19 hanya mengenal orang yang tidak memakai masker. “Artinya mereka yang tidak memakai masker akan sangat rentan terpapar Covid-19,” ujar Budi Wibowo.

Pihaknya menyambut baik BPBD DIY atas prakarsanya mengadakan kegiatan gerakan memakai masker. Ia berharap gerakan memakai masker akan menjadi budaya dan perilaku kesadaran masyarakat dalam aktivitas keseharian.

Baca Juga: Mulai Hujan, Warga Kota Jogja Diminta Bersiap

Ia juga mengajak kepada masyarakat Bantul untuk bersama-sama berjuang untuk menghindari penularan Covid-19, salah satunya dengan mengenakan masker yang benar. Menurutnya,bermasker adalah bukti keseriusa mencintai diri sendiri, keluarga, sahabat, teman dan lingkungan.

“Mari kita mulai dari diri sendiri dengan langkah sederhana, tunjukkan kepedulian kita, kenakan masker dan taat protokol kesehatan. Terus ingatkan satu sama lain bahwa satu langkah kecil bersama akan bisa membawa perubahan besar untuk negeri yang kita cintai,” ajak Budi.

Lebih lanjut pria yang masih menjabat sebagai Staf Ahli Gubernur DIY Bidang Perekonomian dan Pembangunan ini mengatakan pandemi Covid-19 masih jauh dari akhir dan tidak bisa diketahui kapan pandemi ini akan berakhir.

Setiap hari masih dikejutkan dengan banyaknya jumlah penambahan pasien positif. Karena itu protokol kesehatan harus diterapkan dalam semua sektor kehidupan, termasuk dalam pelaksanaan pemilihan bupati dan wakil bupati pada 9 Desember 2020. “Protokol kesehatan akan menjadi kunci suksesnya pilkada Bantul di tengah pandemi,” tandas Budi.

Gerakan Diperluas

Kepala BPBD DIY, Biwara Yuswantana mengatakan gerakan sejuta masker se-DIY sudah diresmikan oleh Wakil Gubernur DIY, beberapa waktu lalu. Saat ini diperluas ke kabupaten dan kota. Gerakan sejuta masker diakuinya merupakan bagian dari upaya mengingatkan masyarakat untuk taat protokol kesehatan. Sebab saat ini aktivitas masyarakat mulai meningkat, maka harus diimbangi dengan kebiasaan baru minimal terus mengenakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

“Kita tidak tahu yang di samping kita itu sakit atau tidak karena sekarang banyak [yang terpapar Covid-19] adalah orang tanpa gejala. Maka salah satu caranya adalah dengan mengenakan masker,” kata Biwara.

Baca Juga: Pakar: Penyebaran Virus Corona Paling Sering Terjadi Melalui Tangan

Ia menyadari menggunakan masker sumpek, namun jika dibiasakan akan menjadi kebiasaan baru. Sama halnya dengan pembiasaan menggunakan helm saat awal-awal diberlakukan. Masyarakat mungkin aneh dan heran membawa motor harus menggunakan helm. Namun saat ini sudah menjadi kebiasaan.

Kepala BPBD Bantul, Dwi Daryanto menambahkan setelah diawali dari pasar Pundong, pembagian 135.000 masker akan dibagikan kepada pedagang dan pengunjung di 12 pasar ainnya dan relawan kebencanaan untuk membantu mendistribusikan masker, “Semoga gerakan sejuta masker ini menjadi kegiatan moral sama-sama berkomitmen untuk mengurangi penularan wabah Covid-19 di Bantul khususnya dan DIY umumnya,” kata Dwi.