GKR Hemas: Daycare Wajib Berizin, Orang Tua Diminta Aktif Awasi
GKR Hemas dsoroti daycare ilegal di Jogja, tekankan izin dan pengawasan usai kasus kekerasan anak.
Foto ilustrasi campak. - Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Kasus campak meningkat menjelang libur Lebaran 2026 di DIY dan Sleman, menimbulkan risiko penularan bagi anak-anak maupun orang dewasa. Dinas Kesehatan setempat dan pakar UGM mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan sebelum bepergian.
dr. Ida Safitri Laksanawati, Dosen Departemen Ilmu Kesehatan Anak FK-KMK UGM, menyoroti pentingnya cakupan vaksin MR lengkap, terutama dosis kedua, yang masih berada di angka 90%. “Ketimpangan ini menjadi celah hilangnya kekebalan kelompok. Dalam lima tahun ke depan, kadar antibodi yang sudah divaksinasi bisa menurun signifikan,” ujarnya, Selasa (17/3/2026).
Pemudik dianjurkan mempertimbangkan risiko perjalanan, terutama saat berinteraksi dengan bayi di bawah 6 bulan atau anggota keluarga rentan lainnya. “Kalau tidak begitu penting, jangan diajak berkerumun. Perhatikan penyebaran kasus di daerah tujuan,” tambah dr. Ida.
Sementara itu, dr. Risalia Reni Arisanti, Dosen Biostatistik, Epidemiologi, dan Kesehatan Populasi FK-KMK UGM, menyebut penularan campak sering terjadi dalam lingkup keluarga karena gejala awal mirip penyakit lain. Ia menekankan langkah sederhana seperti memakai masker dan membatasi interaksi saat merasa kurang sehat untuk mencegah penularan.
Tren kasus campak di DIY memang meningkat. dr. Ari Kurniawati, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes DIY, menyebut hingga minggu ke-9 tahun 2026 tercatat 73 kasus terkonfirmasi, naik 5,6 kali lipat dibanding periode sama tahun sebelumnya, mayoritas terjadi pada anak 2-9 tahun dan bayi di bawah sembilan bulan. Dinas Kesehatan Sleman juga mencatat hingga Februari 2026 148 kasus suspek, dengan 33 pasien positif campak dan 4 pasien positif rubella.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
GKR Hemas dsoroti daycare ilegal di Jogja, tekankan izin dan pengawasan usai kasus kekerasan anak.
DFSK E5 Plus hadir di GIIAS 2026 sebagai SUV PHEV premium dengan jarak tempuh hingga 1.400 km dan telah mengantongi lebih dari 1.100 SPK.
RSUP Dr Sardjito menghentikan stase dokter PPDS EPR usai komentar viral soal pasien BPJS. Rumah sakit menegaskan pasien tersebut bukan pasien Sardjito.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia 5,29% pada kuartal II 2026 belum mampu menciptakan lapangan kerja berkualitas. BPS mencatat pekerja mandiri meningkat, sementara p
DPRD DIY meminta Raperda Pengelolaan Permuseuman melindungi museum rakyat agar tidak terbebani standar museum pemerintah.
DPK Kota Jogja mengenalkan layanan Amarta untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menyelamatkan dan mengelola arsip keluarga.