Urus Paspor Kini Bisa di Gunungkidul, Tak Perlu ke Kota Jogja
Layanan paspor kini hadir di MPP Dhaksinarga Gunungkidul, memudahkan warga tanpa perlu ke Kota Yogyakarta atau Sleman.
Bupati Gunungkidul saat membacakan deklarasi pencegahan stunting di Bangsal Sewokoprojo, Wonosari, Jumat (16/10/2020)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Kesehatan Gunungkidul berkomitmen mengurangi kasus stunting hingga di bawah 10%. Deklarasi Gerakan Terpadu Peduli Tumbuh Kembang Anak, Penurunan Stunting dan Penguatan Keluarga (Gardu Bunga Puspa) pun dilakukan di Bangsal Sewokoprojo, Jumat (16/10/2020).
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul Dewi Irawaty mengatakan kasus stunting saat ini masih di kisaran 17,94%. Angka ini lebih kecil dibandingkan dengan jumlah rata-rata kasus secara nasional. Meski demikian, lanjut dia, upaya menurunkan kasus terus digalakan agar angkanya bisa di bawah 10%. “Target kami, kasus stunting harus di bawah angka satu digit,” kata Dewi kepada wartawan.
Dia mengatakan upaya penurunan sudah dilakukan sejak beberapa tahun lalu dalam beberapa program, yakni intervensi sensitif dan intervensi spesifik.
Menurut Dewi, intervensi spesifik lebih fokus kepada petugas kesehatan yang langsung menyentuh kelompok sasaran dengan program kerja penanggulangan. Adapun intervensi sensitif lebih condong kepada partisipasi dari perna masyarakat dan pihak ketiga dalam penurunan angka stunting. “Memang harus lintas sektoral dan semua elemen masyarakat ikut berpartisipasi,” katanya.
Menurut dia, Deklarasi Gardu Bunga Puspa yang melibatkan seluruh kapanewon di Gunungkidul mendorong para sukarelawan bisa mengenal dan memahami tentang stunting dan dampaknya, dan meningkatkan perilaku sehat untuk pencegahan.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Bupati Gunungkidul, Badingah. Menurut dia, kasus stunting merupakan salah satu isu nasional dan masuk dalam lima prioritas pembangunan di bidang kesehatan. “Gunungkidul juga masuk dalam fokus untuk penanggulangan stunting,” katanya.
Stunting dapat dilihat dari ciri fisik pada bayi seperti kurus dan pendek. Kasus ini bisa ditangani dengan memberikan gizi yang baik kepada bayi ataupun ibu pada saat hamil. “Masalah gizi harus benar-benar diperhatikan karena dapat berpengaruh terhadap tumbuh kembang pada anak,” katanya.
Badingah pun mengapresiasi adanya gerakan untuk mencegah stunting. “Adanya pandemi Corona membuat fokus sedikit terpecah, tapi harapannya upaya penanggulangan terus dilakukan agar kasunya dapat terus diturunkan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Layanan paspor kini hadir di MPP Dhaksinarga Gunungkidul, memudahkan warga tanpa perlu ke Kota Yogyakarta atau Sleman.
Jadwal KA Bandara YIA menuju Stasiun Tugu Yogyakarta dan sebaliknya pada 20 Mei 2026, lengkap dari pagi hingga malam hari.
Lamine Yamal menargetkan rekor sebagai pemain Spanyol termuda yang mencetak hat-trick di Piala Dunia 2026 bersama La Roja.
Jadwal Bus KSPN Malioboro–Parangtritis Kamis (20/5/2026) menjadi solusi wisata hemat dengan tarif Rp12.000, memudahkan perjalanan dari pusat kota ke pantai.
Harga emas Pegadaian hari ini Kamis 21 Mei 2026 turun. Emas Antam jadi Rp2,862 juta, UBS Rp2,797 juta, dan Galeri24 Rp2,756 juta.
KA Prameks kembali padat penumpang Senin ini, cek jadwal lengkap rute Jogja–Kutoarjo.