UPDATE COVID-19 DIY: Tambah 40 Kasus Baru, Klaster Ponpes Dominasi Kesembuhan

Ilustrasi. - Freepik
18 Oktober 2020 17:47 WIB Lugas Subarkah Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DIY mengumumkan 40 penambahan kasus positif pada Minggu (18/10/2020). Sementara 64 kasus dinyatakan sembuh dan satu kasus dilaporkan meninggal. Sleman mendominasi kesembuhan sebnyak 51 kasus.

Juru Bicara Pemda DIY untuk Penanganan Covid-19, Berty Murtiningsih, menjelaskan penambahan kasus berdasarkan domisilinya meliputi Kota Jogja 2 kasus, Bantul 19 kasus, Kulonprogo 2 kasus, Gunungkidul 1 kasus dan Sleman 16 kasus.

Dilihat dari riwayatnya, penambahan kasus terdiri dari tracing kasus positif 15 kasus, skrining pasien 1 kasus, perjalanan luar daerah 5 kasus, periksa mandiri 3 kasus dan dalam penelusuran 16 kasus. “Berdasarkan pemeriksaan pada 592 sampel dari 526 orang,” ujarnya.

BACA JUGA: 8 Bulan Berlalu, Ini Suka Duka Para Penggali Kubur untuk Jenazah Covid-19

Satu kasus dilaporkan meninggal yakjni Kasus 3276, perempuan, usia belum diketahui pasti, tapi masih anak-anak, Kota Jogja, dengan komorbid gizi buruk dan epilepsi. Adapun kasus sembuh berdasarkan domisilinya meliputi Kota Jogja 9 kasus, Gunungkidul 2 kasus, Sleman 51 kasus dan luar wilayah 2 kasus.

Dari 51 kesembuhan kasus di Sleman tersebut, kebanyakan merupakan kasus dari pondok pesantren. "Mayoritas [kesembuhan di Sleman] yang dari bidang pendidikan di Sleman kemaren [ponpes] untuk hari ini," katanya.

Data terakhir pada Sabtu (17/10/2020), total kasus di ponpes di Sleman yakni sebanyak 160 kasus yang tersebar di empat ponpes dan berlokasi di tiga kecamatan yakni di Ngaglik, Prambanan dan Moyudan.

Dengan penambahan ini maka total kasus positif DIY menjadi sebanyak 3.325 kasus, dengan 2.615 kasus sembuh dan 86 kasus meninggal. Dari jumlah itu, maka kasus aktif DIY saat ini sebanyak 624 kasus, dengan recovery rate 78,65% dan fatality rate 2,59%.

Sementara penggunaan bed di 27 rumah sakit rujukan covid-19 di DIY, untuk kritikal dari kapasitas 48 bed, terpakai 25 bed dan sisa 23 bed. Lalu untuk non kritikal dari kapasitas 404 bed, terpakai 150 bed dan sisa 254 bed.