Maksimalkan Budidaya Ikan, Mahasiswa Kembangkan Aplikasi Sahabatambak

Salah satu anggota tim Sahabatambak, Rifky Ari Yunanto menunjukkan aplikasi Sahabatambak yang dapat memonitor kualitas air tambak. - Ist/Dok. Humas UNY
20 Oktober 2020 07:57 WIB Lajeng Padmaratri Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMANĀ - Sekelompok mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) mengembangkan inovasi teknologi yang dapat memaksimalkan budidaya ikan. Melalui aplikasi yang bernama Sahabatambak, petani ikan dapat memantau kondisi air tambak sehingga kualitas panen ikan bisa meningkat.

Sejumlah mahasiswa yang mengembangkan Smart Pond Management System itu terdiri dari berbagai program studi. Mereka antara lain Muhlisun Nur Hidayah dan Rifky Ari Yunanto dari Prodi Pendidikan Teknik Informatika, Ardi Jati Nugroho Putro dari Prodi Pendidikan Teknik Mesin, Yuliari Suprihatin dari Prodi Kimia, dan Intan Diah Kusuma dari Prodi Pendidikan Teknik Boga.

Mereka mengembangkan sistem monitoring suhu, pH, dan kadar oksigen terhadap air tambak lantaran komponen-komponen itu sangat penting dan dapat memengaruhi kondisi ikan di tambak. Ada dua instrumen dalam inovasi ini, yaitu kapal dan aplikasi.

Menurut Muhlisun, kapal Sahabatambak berfungsi untuk mendapatkan data kondisi tambak, sedangkan aplikasi berfungsi untuk menampilkan hasil analisis data sekaligus solusi "Harapannya dengan menggunakan Sahabatambak, mitra dapat meningkatkan kualitas dan hasil panen ikan sehingga omzet mitra dapat lebih maksimal," kata Muhlisun pada Senin (19/10/2020).

Saat ini di Kabupaten Sleman terdapat 637 kelompok pembudidaya ikan. Pada 2019, produksi budidaya perikanan konsumsi ditargetkan sebanyak menjadi 62.000 ton. Namun hingga saat ini hasil budidaya ikan di Kabupaten Sleman hanya bisa mencapai kurang dari 75% dari target yang telah ditetapkan. Sementara itu, omzet yang didapatkan juga tidak bisa maksimal karena ikan bisa mengalami kematian jika kondisi air tambak tidak dimonitor kualitasnya. Kondisi itulah yang melatarbelakangi kelima mahasiswa ini mengembangkan Sahabatambak.

Anggota tim lain, Ardi menerangkan dari aplikasi ini petambak dapat memperoleh hasil analisis dari sensor pada kapal. Kapalnya sendiri berbahan plat dengan penggerak motor DC dan bersumber pada energi sel surya. Kapal ini dipasangi sejumlah sensor.

"Aplikasi Sahabatambak akan mengolah dan menganalisis data yang didapat dari sensor pada kapal. Sensor tersebut adalah sensor kadar oksigen, sensor suhu, sensor ultrasonik, dan sensor pH. Data dari sensor ini dihubungkan dengan big data yang berisi informasi soal kondisi air serta cara penanganan yang tepat," terangnya.

Big data itu, lanjut dia, terhubung langsung dengan aplikasi Sahabatambak kemudian akan memberikan informasi tentang cara penanganan yang tepat apabila suhu, kadar oksigen, dan pH air berada di bawah atau di atas batas normal. Karya ini berhasil meraih dana penelitian dari Dirjen Dikti Kemdikbud dalam Program Kreativitas Mahasiswa bidang Teknologi tahun 2020.