Cabup Bambang Wisnu Ingin Gunungkidul Berani Terapkan E-Ticketing Pariwisata

Agenda kunjungan Calon Bupati nomor urut 3, Bambang Wisnu Handoyo (kanan) di kawasan wisata di Gunungkidul, belum lama ini. - Ist
21 Oktober 2020 07:27 WIB Media Digital Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Calon Bupati nomor urut 3, Bambang Wisnu Handoyo, ingin pengelolaan obyek wisata Gunungkidul mulai menggunakan sistem e-ticketing. Dengan tiket elektronik seluruh pos pintu masuk tempat pembayaran retribusi (TPR) tempat wisata mudah terbaca dalam sistem perangkat digital.

“Tata kelola pariwisata kabupaten lain seperti Sleman dan Bantul sistem itu sudah jalan beberapa tahun yang lalu. Semua pengunjung otomatis akan masuk akan terekam alat digital ini sehingga dipastikan akan menekan tingkat kebocoran retribusi wisata,” kata Calon Bupati Gunungkidul nomor urut 3, Bambang Wisnu Handoyo, saat mengunjungi kawasan obyek wisata pantai Gunungkidul, belum lama ini, dalam rilis yang diterima Harianjogja.com, Selasa (2/10/2020).

Menurut Bambang Wisnu Handoyo, tata kelola sektor pariwisata menggunakan e-ticketing ada banyak manfaat. Pertama, pengelolaan retribusi yang lebih transparan dan penyajian data kunjungan wisata yang semakin memudahkan Pemkab Gunungkidul.

Baca Juga: Generasi Muda Gunungkidul Diminta Tidak Takut Jadi Petani

Kedua, sistem e-ticketing ini sudah menjadi tuntutan zaman yang memudahkan layanan pariwisata lebih profesional serta wujud pemerintah melindungi petugas manakala menghadapi 'jebakan' atau 'godaan' yang ditemui di lapangan.

Ketiga, cabup ahli tata kelola keuangan di Pemda DIY ini menyebut, kabupaten yang sudah mulai menerapkan sistem digital ini pendapatan retribusi setiap bulan langsung terlihat melonjak naik dibandingkan sebelum menerapkan e-ticketing.

“Sebenarnya sistem e-ticketing juga lebih mudah, sederhana, dan efisien. Bisa menghemat produksi cetak tiket kertas. Paling penting pada menit itu juga mesin langsung bisa merekam dan membaca dari pusat pelayanan induk, yakni Dinas Pariwisata. Tinggal operasionalisasinya menambah petugas keamanan di pos saja,” ujar Bambang meyakini sistem yang dijelaskan bisa lebih menghemat keuangan dari sisi belanja pegawai.

Agenda blusukan Bambang Wisnu tidak hanya mampir di pos TPR. Calon Bupati Gunungkidul diusung PDI Perjuangan ini juga menyambangi posko Tim SAR di Pantai Baron. Calon bupati yang juga Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Pemerintah DIY lalu itu menaruh perhatian bagi relawan Tim SAR se DIY agar seluruh tugas didukung fasilitas yang lebih mamadai.

Baca Juga: Warga Terdampak Tol Jogja Bikin Pos Informasi

Di posko Tim SAR Pantai Baron, sempat berdialog dengan personil Tim SAR dan cek peralatan penunjang seperti radio komunikasi antar pos dan antar regu Tim SAR lintas daerah dan peralatan siaran untuk pengunjung. Bambang juga mendapatkan sambutan hangat paguyuban para pedagang kuliner.

Calon bupati berpasangan dengan Benyamin Sudarmadi dikenal bos Bakmi Jawa itu menyatakan kepada awak media, tata kelola pariwisata harus terbangun keutuhan dan kekompakan. Pelayanan pariwisata akan menentukan kepuasan wisatawan Gunungkidul. Dari mulai petugas di pos TPR, petugas keamanan, Tim SAR, Kelompok Sadar Wisata, perhimpunan pengusaha dan restoran, paguyuban pedagang, petugas pengelola parkir, dan kelompok nelayan yang ada.

Kekompakan pelayanan pariwisata Gunungkidul ini harus diwujudkan bersama-sama, mengingat kunjungan wisata di Gunungkidul menurut data tidak memenuhui target pendapatan daerah yang telah ditetapkan dan kurang sebanding dengan tingkat kemacetan arus lalu lintas di hari liburan.

Target Pengunjung

Mendasar laporan BPS tiap tahun yang disajikan Gunungkidul dalam angka, tidak tercapainya target pengunjung dan pendapatan daerah retribusi wisata terlihat pada 2018 sebanyak 856.786 pengunjung dan 2019 turun 855.938 pengunjung dan berdampak turunnya tingkat pendapatan.

Adapun data Pemerintah Kabupaten Gunungkidul tidak tercapainya target pendapatan sektor pariwisata tahun 2017 tidak mencapai Rp25 miliar, Tahun 2018 target Rp28 miliar dicapai Rp24,2 miliar, dan 2019 turun target Rp27 miliar hanya dicapai Rp25 miliar. “Kalau E-Ticketing ini nanti berani diterapkan dengan cepat, saya optimistis target teman-teman Dinas Pariwisata akan melampaui target dengan mudah,” pungkas Bambang Wisnu Handoyo.*