Warga Terdampak Tol Jogja Bikin Pos Informasi

Petugas sedang membuat peta pengukuran area terdampak pembangunan jalan tol di Kadirejo II Purwomartani, Selasa (18/8 - 2020)./Harian Jogja/Abdul Hamid Razak
20 Oktober 2020 19:17 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Untuk membantu warga terdampak pembangunan jalan tol Jogja-Solo (Joglo), warga Temanggal 2 Purwomartani, Kalasan mendirikan Pos Informasi Tol. Segala masalah yang dihadapi warga terdampak bisa dibantu para relawan di posko ini.

Dukuh Temanggal 2 Purwomartani, Kalasan Ngadiyono mengatakan untuk membantu dan menjembatani persoalan yang dihadapi warga yang terdampak pembangunan jalan Tol Joglo sejumlah warga mendirikan pos informasi tol. "Posko tersebut dibentuk sendiri oleh warga sekitar dua minggu lalu. Soalnya banyak warga terdampak yang tidak tahu harus melakukan apa setelah pemasangan patok dilakukan," katanya saat ditemui Harian Jogja, Selasa (20/10/2020).

Dia menjelaskan setiap hari terdapat enam relawan yang stanby di posko tersebut. Mereka membantu kesulitan warga untuk mengurus dan menyiapkan proses pemberkasan dokumen kepemilikan lahan dan bangunan. Posko tersebut juga menjadi media konsultasi bagi warga terdampak mengenai persyaratan yang kurang dan harus dipenuhi.

Menurut Ngadiyono, keberadaan posko tersebut sangat membantu karena jumlah bidang terdampak jalan tol paling banyak mencapai 194 bidang. "Seiring berjalannya setiap tahapan proses pembangun jalan tol Joglo, di mana saat ini masa pemberkasan, maka dibutuhkan keaktifan warga. Posko ini menginformasikan apa-apa syarat yang belum dikumpulkan oleh warga," katanya.

Selain masalah kelengkapan dokumen, kata Ngadiyono, relawan juga tidak jarang membantu untuk mengecek daftar inventarisasi tanaman dan bangunan yang terdampak tol. Mereka dengan sukarela juga membantu segala kesulitan yang dihadapi warga. Jika para relawan tidak mendapatkan solusi, baru mereka membicarakan dengan Pemerintah Desa.

Sebelum posko dibentuk, katanya, warga terdampak sudah tergabung dalam satu grup aplikasi WhatApp. "Nah group WA yang sudah dibentuk warga tetap dipertahankan untuk media informasi bagi warga yang membutuhkan lahan pengganti. Bukan berarti jadi makelar ya, tetapi hanya menginformasikan saja," kata Ngadiyono.

Koordinator Relawan Pos Informasi Tol Suparmadi mengatakan keberadaan posko ini untuk mempercepat proses pemberkasan yang disyaratkan bagi warga terdampak. Posko juga didirikan untuk memberikan informasi dan edukasi kepada warga terdampak.

"Misalnya, jika dokumen tanah masih berbentuk Letter C dan belum pecah hak waris, lalu apa yang perlu dilakukan warga? Kalau ada permasalahan batas lahan, kami juga coba jembatani sesuai dengan data yang ada," katanya.

Jika ada dokumen yang belum lengkap sesuai yang disyaratkan, maka relawan akan menghubungi warga terdampak untuk segera melengkapinya. Termasuk masalah hak pemilik bidang dan yang selama ini memanfaatkan lahan tersebut. Intinya, kata Suparmadi, relawan bekerja agar ke depan tidak ada konflik atau sengketa yang muncul antarwarga.

"Jadi yang menerima ganti untung benar-benar yang berhak. Kami selesaikan dulu saat ini. Jangan sampai muncul saat proses dilakukan pencairan pencairan. Untuk masalah hak waris, kami tidak masuk ke sana. Biar diselesaikan di internal keluarga," ujarnya.