Pemda DIY Sambut Kepulangan 2 Paskibraka Nasional Usai Tugas Negara
Pemda DIY menyambut kepulangan Ahmad Raditya dan Anggita Ayu, Paskibraka Nasional wakil DIY yang bertugas pada HUT ke-81 RI.
Rumah yang mendapat Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah selesai dibangun./Istimewa
Harianjogja.com, SLEMAN—Sebanyak 397 rumah di Sleman yang mendapat Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) tahap pertama dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah selesai dibangun.
“Untuk Program BSPS tahap pertama sebanyak 397 unit di Kabupaten Sleman telah selesai dibangun. Masyarakat kini tinggal di hunian yang nyaman," ujar Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid didampingi Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (BP2P) Jawa III, Mochamad Mulya Permana saat melakukan kunjungan kerja ke Sleman beberapa waktu lalu.
Khalawi menerangkan, Program BSPS menyasar kepada Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang memiliki tempat tinggal Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Untuk menandai selesainya pelaksanaan Peningkatan Kualitas Rumah Swadaya (PKRS) tahap pertama di Sleman, dirinya pun melakukan peninjauan langsung ke rumah penerima bantuan bedah rumah di Kabupaten Sleman, untuk memasang peneng khusus Program BSPS.
"Program BSPS ini dapat menggerakkan kegotongroyongan dan keswadayaan masyarakat. Meskipun pemerintah hanya menyalurkan dana sebesar Rp 17,5 juta, tetapi pembangunan rumah ini dapat berhasil dan mewujudkan struktur bangunan yang bagus dan tahan gempa. Jumlah keswadayaan penerima BSPS bisa lebih dari Rp 40 juta," terangnya.
Jumlah anggaran yang digunakan untuk PKRS program BSPS tahap pertama yang telah selesai di Kabupaten Sleman senilai Rp6,95 miliar. Sedangkan total rumah yang tidak layak huni yang mendapatkan Program BSPS di DIY sebanyak 5.000 unit rumah dengan total anggaran Rp87,5 miliar.
Pelaksanaan Program BSPS di DIY tersebar di lima kabupaten, yaitu Kabupaten Sleman (1.044 unit), Kabupaten Kulon Progo (704 unit), Kabupaten Gunung Kidul (1.525 unit), Kabupaten Bantul (1.577 unit), dan Kota Yogyakarta (150 unit).
Salah satu warga yang menerima BSPS, Haryadi, yang bertempat tinggal di Jetak II RT 04 RW 04 Desa Sidokarto, Kecamatan Godean, mengaku sangat bersyukur dan berterimakasih kepada pemerintah, khususnya Kementerian PUPR yang telah membantu meningkatkan kualitas rumahnya.
"Saya dan keluarga berterima kasih oleh Kementerian PUPR karena telah menambah motivasi dan semangat masyarakat khususnya Program BSPS bagi masyarakat berpenghasilan rendah katanya. (Adv)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemda DIY menyambut kepulangan Ahmad Raditya dan Anggita Ayu, Paskibraka Nasional wakil DIY yang bertugas pada HUT ke-81 RI.
Asap karhutla mengandung PM2,5 yang dapat mengganggu paru-paru. Kenali bahaya paparan asap dan cara mencegahnya.
DPR memastikan RUU Perampasan Aset disahkan paling lambat Desember 2026. Komisi III kini mengejar pembahasan tersisa.
Pakar UMY Susilo Nur Aji menilai desil DTSEN bukan label mutlak kesejahteraan dan perlu dievaluasi sesuai dinamika ekonomi keluarga.
Kondur Gangsa 2026 digelar malam ini di Keraton Jogja. Simak titik pengalihan arus lalu lintas dan jam pemberlakuannya.
Tradisi Siraman Panjang Keraton Kasepuhan Cirebon kembali digelar. Warga antusias berebut air bekas cucian pusaka yang dipercaya membawa berkah.