Libur Panjang Berpotensi Tingkatkan Covid-19, Bagaimana Ketersediaan Kamar Isolasi di Jogja?

Ilustrasi. - Antarafoto/Aswaddy Hamid
06 November 2020 12:17 WIB Catur Dwi Janati Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Hingar bingar libur panjang telah lewat. Kini hal yang patut dikhawatirkan adalah kemungkinan adanya peningkatan kasus pasca libur panjang beserta antisipasinya penanganannya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Jogja, Emma Rahmi menyebutkan hingga saat ini belum ada rencana penambahan kapasitas rumah sakit rujukan Covid-19 sebagai antisipasi kemungkinan adanya pelonjakan kasus pada libur panjang. "Belum ada rencana, insyaallah masih cukup," terangnya pada Kamis (5/11/2020).

Baca juga: Lagi, Dua Kasus Baru Covid-19 Berasal dari Girimulyo

Dijelaskan Emma di Kota saat ini ada tujuh rumah sakit rujukan Covid-19 yang siap menerima pasien. Dari keseluruhan jumlah tempat tidur bagi penderita Covid-19 di tujuh rumah sakit rujukan, saat ini total ada 120 tempat tidur. Berdasarkan data Rabu (3/11/2020) dari 120 tempat tidur, baru 55 tempat tidur yang digunakan atau setara 45 persen dari jumlah total tempat tidur bagi pasien Covid-19 di Kota Jogja.

Emma belum bisa melihat apakah ada kenaikan kasus yang dimungkinkan dari libur panjang atau dari lingkungan destinasi wisata. "Kita bisa lihatnya nanti, paling tidak seminggu lagi, semoga tidak terjadi [peningkatan kasus]," ungkapnya.

Sementara itu terkait kemungkinan diadakannya Rapid Diagnostic Test acak maupun uji swab acak yang mengambil sampel di destinasi wisata hingga saat ini belum ada perintah ke arah sana. "Belum tahu, tergantung kebijakan Satgas Covid-19 Kota Jogja," tandasnya.