Sabet 8 Medali Kejurnas, 5 Atlet Anggar Sleman Siap ke Pentas Asia
Berbekal delapan medali di dua kejurnas anggar yang diadakan PB Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (PB Ikasi) 2025, lima atlet Sleman siap menuju ke pentas Asia.
Pemain, sutradara dan produser Daya mengulas film itu di sela-sela agenda menonton bareng Daya di kawasan Kecamatan Kotagede, Jumat (6/11/2020) malam.-Harian Jogja/Galih Eko Kurniawan
Harianjogja.com, JOGJA—Sejak 3 November 2020, jagat Youtube diramaikan dengan tayangan film pendek berjudul Daya. Film garapan sutradra muda, Annisa Hertami, ini mengangkat tema kehidupan di masa pandemi Covid-19.
Di film berdurasi 22 menit itu, Annisa mengeksplorasi spot-spot menarik Kota Jogja dari berbagai sudut, terutama di kawasan Kotagede, serta Daya sebagai tokoh utama, yang mesti memendam hasratnya kuliah di S2 karena sedang ada pandemi dan mengurus ibunya yang sedang sakit.
Cerita Daya itu dibumbui dengan drama romansa tentang dirinya bersama Adi. Pasangan kekasih yang baru saja jadian tetapi sudah dihadapkan dengan situasi pandemi yang memaksa keduanya mesti pacaran jarak jauh.
Pada akhirnya, Adi datang ke Jogja dengan segala persyaratan di masa pandemi, seperti berbekal surat rapid test. Ketika mendapat hasil reaktif, Adi langsung menjalani uji usap yang berujung pada hasil negatif Covid-19.
"Film ini memang menjadi cara Dinas Pariwisata Jogja mempromosikan Jogja bisa beradaptasi di masa pandemi. Dalam film, ada detail-detail perilaku protokol kesehatan, seperti mencuci tangan, memakai masker ataupun menggunakan cairan pembersih tangan," tutur produser Daya, Yetti Martanti, dalam acara menonton bareng Daya di kawasan Kecamatan Kotagede, Jumat (7/11/2020) malam.
Bagi Kepala Dinas Kebudayaan Kota Jogja itu, Film jadi alasan menunjukkan Jogja sudah menerapkan cara-cara protokol kesehatan karena jangkauan promosinya lebih luas, apalagi beredar di media sosial seperti Youtube. Lewat film, diharapkan siapapun yang datang sudah mengerti apa saja yang mesti dilakukan apabila ingin ke Jogja, seperti memiliki surat rapid test.
Bagi Annisa, Daya menjadi suguhan perdananya di dunia film. Dirinya yang sebelumnya lebih banyak berada di depan kamera, kini mencoba beraksi di balik kamera. "Daya seakan menjadi cara saya membayar hutang budi kepada Jogja," tuturnya.
Ya. Di Jogja, Annisa memiliki beragam prestasi yang ikut mengangkat namanya, terutama ketika dinobatkan menjadi Diajeng Jogja 2013 dan Diajeng DIY 2014. "Semoga Daya jadi pijakan ke film-film selanjutnya," tuturnya.
Bagi Daya dan Adi, yang diperankan Sekar Sari dan Denta Aditya, film Daya bisa mengedukasi publik bagaimana semestinya bertindak di masa pandemi Covid-19. Di film itu, mereka berdua hampir selalu memakai masker di sepanjang adegan, terutama ketika berjalan-jalan menyusuri sudut Jogja. Daya si tokoh utama bahkan selalu membawa cairan pembersih tangan di dalam tas selempang kecil cokelatnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berbekal delapan medali di dua kejurnas anggar yang diadakan PB Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (PB Ikasi) 2025, lima atlet Sleman siap menuju ke pentas Asia.
Warga Desa Narasaosina menyerahkan 57 senjata rakitan sisa konflik Adonara Timur kepada Polres Flores Timur demi menjaga perdamaian.
Program Beasiswa Santri Jateng 2026 masih dibuka hingga Juli. Pendaftar sudah mencapai 825 santri untuk studi dalam dan luar negeri.
Gunung Merapi kembali mengeluarkan awan panas guguran sejauh 2 kilometer pada Minggu malam. BPPTKG minta warga tetap waspada.
AHY memastikan penyesuaian tarif tiket pesawat dilakukan terukur di tengah kenaikan harga energi dunia akibat konflik Timur Tengah.
Mario Suryo Aji turun ke posisi 24 klasemen Moto2 2026 setelah absen di Catalunya akibat cedera. Manuel Gonzalez kukuh di puncak.