Daya, Cara Jogja Beradaptasi di Masa Pandemi

Pemain, sutradara dan produser Daya mengulas film itu di sela-sela agenda menonton bareng Daya di kawasan Kecamatan Kotagede, Jumat (6/11/2020) malam.-Harian Jogja - Galih Eko Kurniawan
07 November 2020 08:02 WIB Galih Eko Kurniawan Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Sejak 3 November 2020, jagat Youtube diramaikan dengan tayangan film pendek berjudul Daya. Film garapan sutradra muda, Annisa Hertami, ini mengangkat tema kehidupan di masa pandemi Covid-19.

Di film berdurasi 22 menit itu, Annisa mengeksplorasi spot-spot menarik Kota Jogja dari berbagai sudut, terutama di kawasan Kotagede, serta Daya sebagai tokoh utama, yang mesti memendam hasratnya kuliah di S2 karena sedang ada pandemi dan mengurus ibunya yang sedang sakit.

Cerita Daya itu dibumbui dengan drama romansa tentang dirinya bersama Adi. Pasangan kekasih yang baru saja jadian tetapi sudah dihadapkan dengan situasi pandemi yang memaksa keduanya mesti pacaran jarak jauh.

Pada akhirnya, Adi datang ke Jogja dengan segala persyaratan di masa pandemi, seperti berbekal surat rapid test. Ketika mendapat hasil reaktif, Adi langsung menjalani uji usap yang berujung pada hasil negatif Covid-19.

"Film ini memang menjadi cara Dinas Pariwisata Jogja mempromosikan Jogja bisa beradaptasi di masa pandemi. Dalam film, ada detail-detail perilaku protokol kesehatan, seperti mencuci tangan, memakai masker ataupun menggunakan cairan pembersih tangan," tutur produser Daya, Yetti Martanti, dalam acara menonton bareng Daya di kawasan Kecamatan Kotagede, Jumat (7/11/2020) malam.

Bagi Kepala Dinas Kebudayaan Kota Jogja itu, Film jadi alasan menunjukkan Jogja sudah menerapkan cara-cara protokol kesehatan karena jangkauan promosinya lebih luas, apalagi beredar di media sosial seperti Youtube. Lewat film, diharapkan siapapun yang datang sudah mengerti apa saja yang mesti dilakukan apabila ingin ke Jogja, seperti memiliki surat rapid test.

Bagi Annisa, Daya menjadi suguhan perdananya di dunia film. Dirinya yang sebelumnya lebih banyak berada di depan kamera, kini mencoba beraksi di balik kamera. "Daya seakan menjadi cara saya membayar hutang budi kepada Jogja," tuturnya.

Ya. Di Jogja, Annisa memiliki beragam prestasi yang ikut mengangkat namanya, terutama ketika dinobatkan menjadi Diajeng Jogja 2013 dan Diajeng DIY 2014. "Semoga Daya jadi pijakan ke film-film selanjutnya," tuturnya.

Bagi Daya dan Adi, yang diperankan Sekar Sari dan Denta Aditya, film Daya bisa mengedukasi publik bagaimana semestinya bertindak di masa pandemi Covid-19. Di film itu, mereka berdua hampir selalu memakai masker di sepanjang adegan, terutama ketika berjalan-jalan menyusuri sudut Jogja. Daya si tokoh utama bahkan selalu membawa cairan pembersih tangan di dalam tas selempang kecil cokelatnya.