Pertama Kalinya UMY Adakan Webinar Nasional Pengabdian Masyarakat Secara Virtual

Webinar Pengabdian Masyarakat UMY. - Ist/Dok UMY
10 November 2020 08:57 WIB Media Digital Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL- Pandemi  Covid-19 tidak menyurutkan produktivitas dan semangat UMY untuk mengadakan Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat Abdimas 3 melalui Lembaga Penelitian, Publikasi dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (LP3M UMY).

Kali ini, penyelenggaraan seminar dilakukan secara daring untuk pertama kalinya pada  hari Rabu (11/11) dengan mengusung tema “Inovasi Teknologi dan Pengembangan Teknologi Informasi dalam Pemberdayaan Masyarakat Pasca Covid-19”.

Acara yang diselenggarakan dengan Webinar ini menghadirkan beberapa pembicara utama, di antaranya adalah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Nadiem Makarim; kemudian Ketua Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Republik Indonesia, Letnan Jenderal (purn) Doni Monardo; dan Direktur Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC), Agus Samsudin serta Rektor UMY, Gunawan Budiyanto. Kegiatan ini juga tidak menghilangkan esensi suasana Jogja selama pelaksanaan kegiatan berlangsung. 

Baca juga: Dosen UMY Rancang Mesin Penghancur Bonggol Jagung Jadi Pakan Ternak

Wakil Rektor Bidang Akademik, Sukamta, menyampaikan bahwa secara umum UMY telah mengadakan konferensi seminar pada tahun ini sebanyak tiga kali, yaitu konferensi internasional dalam acara ICOSI, konferensi skripsi mahasiswa dalam acara UMY Grace dan konferensi pengabdian masyarakat yang akan dilaksanakan pada tanggal 11 November mendatang.

”Secara umum UMY telah mengadakan tiga kegiatan seminar konferensi, yaitu seminar internasioanl untuk mengakomodasi hasil penelitian (ICOSI), seminar hasil penelitian skripsi mahasiswa (UMY Grace) dan seminar  nasional pengabdian masyarakat. Setiap tahun webinar nasional  pengabdian masyarakat ini mengangkat tema yang berbeda karena menyesuaikan tema yang sedang dibicarakan. Khususnya pada webinar  nasional pengabdian masyarakat kali ini mengusung tema yang berkaitan dengan isu pandemic Covid-19, serta tema yang berkaitan dengan target universitas,” jelasnya saat ditemui pada  Jumat (6/11/2020).

Sukamta juga menjelaskan bahwa webinar nasional pengabdian masyarakat ini merupakan bentuk dukungan, apresiasi dan dorongan kepada seluruh pengabdi untuk dapat menghasilkan luaran pengabdian masyarakat yang dapat didiskusikan pada acara seminar nasional pengabdian masyarakat dengan output publikasi ilmiah.

Baca juga: Sudarmini Rutin Kontrol dengan BPJS Kesehatan

”Kami berkomitmen untuk mendukung, mengapresiasi dan mendorong supaya kegiatan seminar ini dilaksanakan secara baik dan konsisten dilaksanakan secara rutin setiap tahunnya, kemudian acara ini nantinya  akan berlangsung secara online dan disiarkan live streaming di Youtube dan Instagram UMY. Kemudian kegiatan ini yang merupakan agenda rutin untuk kegiatan seminar hasil pengabdian masyarakat sekaligus untuk memberikan kesempatan kepada seluruh pengabdi untuk bisa menghasilkan luaran yang memang dipersyaratkan yaitu artikel yang dipublikasikan prosiding nasional ber-ISBN, atau di jurnal nasional terakreditasi, atau di jurnal nasional ISSN, dan mungkin sebagian yang bagus bisa dipublikasikan di jurnal internasional, sehingga harapannya seminar ini nantinya  tidak hanya diikuti oleh  sivitas akademika UMY, diharapkan lebih banyak dari perguruan tinggi-perguruan tinggi di Indonesia lainnya,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Webinar Nasional Pengabdian Masyarakat ABDIMAS 3, Adhianty Nurjanah, saat ditemui pada hari Jumat (6/11/2020) di ruang LP3M UMY, menyatakan bahwa saat ini pemberdayaan masyarakat berbasis pada Inovasi Teknologi dan Pengembangan Teknologi Informasi harus menjadi prioritas terutama di era disrupsi teknologi di masa pandemi Covid-19 di Indonesia. "Persoalan rendahnya kompetensi SDM, minimnya kapasistas daya saing UMKM, belum optimalnya kemitraan pemerintah dan masyarakat serta masih rendahnya pemanfaatan inovasi teknologi informasi harus menjadi fokus perhatian program pengabdian masyarakat terutama di era pandemi Covid-19," ungkapnya.

Adhianty  juga menyampaikan, berdasarkan pada tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) serta isu riset strategis nasional, kegiatan pengabdian masyarakat sudah semestinya dapat dielaborasi secara kolaboratif oleh Perguruan Tinggi sehingga harapannya dapat memberikan jawaban solutif, informatif – teknologis serta menghasilkan kebijakan alternatif dalam menyelesaikan permasalahan di masyarakat.

"Karena itulah, webinar Abdimas 3 ini kami selenggarakan. Dengan tujuan untuk menyajikan beragam capaian model pemberdayaan masyarakat, memetakan keberhasilan kreatif penyelesaian masalah berbasis inovasi teknologi terutama di masa pandemi Covid-19,  serta Menghasilkan publikasi ilmiah maupun kebijakan alternatif bagi khalayak luas melalui prosiding dan jurnal ilmiah," papar Dosen Ilmu Komunikasi UMY ini lagi.

Selanjutnya Adhianty juga menyampaikan bahwa terdapat 490 pemakalah yang terkumpul dalam Webinar Nasional Abdimas 3 yang berasal dari beberapa daerah di Indonesia. ”Webinar Nasional Abdimas 3 ini dengan peserta sejumlah 491 berasal dari Sabang sampai Merauke, yakni dari Kalimantan, Sulawesi, Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, Jakarta, Jogja, Nusa Tenggara Timur dan Papua yang akan berpartisipasi dalam forum ilmiah hasil pengabdian masyarakat. Selain itu juga dalam acara webinar nasional ini juga tidak terlepas dari suasana Jogja karena kegiatan ini yang seharusnya dilakukan secara offline namun karena pandemi harus dilakukan secara online namun tidak merubah esensi forum ilmiah dengan menyuguhkan lagu Jogja,” imbuhnya.

Adapun webinar Nasional Abdimas 3 ini mengangkat 11 klaster penelitian yang akan dipresentasikan oleh 490 peserta tersebut. Ke-11 tema penelitian tersebut yakni, Kebijakan Publik Pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah dan Industri Kreatif; Kemitraan Dalam Pemberdayaan Masyarakat; Kapasitas Daya Saing UMKM dan BUMDES; Pemberdayaan Kapasitas Perempuan; Kreativitas Pendidikan dan Pembelajaran di Sekolah dan Perguruan Tinggi; Kinerja Kelembagaan Sosial Masyarakat dalam Pengelolaan Lingkungan dan Penanganan Bencana. Kemudian Edukasi Penyelesaian Pertikaian di Masyarakat (Litigasi); Teknologi Industri dan Daya Saing Industri Pangan; Manajemen Rumah Sakit Era Pandemi Covid-19; Digitalisasi Syiar Islam; dan Teknologi Informasi dalam Pemberdayaan Masyarakat. (ADV)