Siswi Sekolah Rakyat Sragen Meninggal, Sempat Demam dan Kejang
Siswi Sekolah Rakyat Sragen meninggal setelah demam, muntah, dan kejang. Ia sempat menjalani pemeriksaan sebelum dirujuk ke rumah sakit.
Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—PT Waskita Karya siap mendukung pembangunan di DIY, termasuk proyek Tol Jogja-Bawen. Nilai investasi Tol Jogja-Bawen sebesar Rp14 triliun.
Dirut PT Waskita Karya, Destiawan Soewardjono, berkunjung ke Kantor Gubernur DIY, Kamis (12/11/2020). “Nanti ada proyek tol Jogja-Bawen, jadi kami kulanuwun. Waskita Karya siap berpartisipasi dalam pembangunan di Jogja,” ujarnya.
BACA JUGA: Menteri Pencetus Omnibus Law Beberkan Obrolannya dengan Jokowi
Dalam kunjungannya ini ia meminta informasi kepada Gubernur DIY, Sri Sultan HB X, mengenai pembangunan yang akan dilakukan Pemda DIY, sehingga perusahaannya bisa menyiapkan sumber daya yang dibutuhkan dan pada saatnya nanti tidak menemui banyak kendala.
Dalam kesempatan lain, Waskita Karya memproyeksikan potensi pengembangan bisnis mencapai Rp92 triliun dalam beberapa tahun ke depan. Destiawan Soewardjono mengatakan potensi pengembangan bisnis dalam lima tahun ke depan meliputi proyek di Jawa yakni infrastruktur, konektivitas, dan pipanisasi senilai Rp49 triliun.
Selanjutnya, potensi proyek di Kalimantan Timur dan Sulawesi untuk infrastruktur konektivitas dan EPC senilai Rp20 triliun disertai nilai proyek yang dikembangkan oleh entitas anak usaha PT Waskita Realty yakni Waskita Modern Realti (Jawa Barat)..
BACA JUGA: Positif Covid-19 Tambah 79 Kasus, Didominasi Sleman
Waskita yang tergabung dalam konsorsium bersama dengan BUMN lain yaitu Jasa Marga, Adhi Karya, Pembangunan Perumahan, dan Brantas Abipraya juga direncanakan melakukan penandatanganan Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol Jogja - Bawen.
"Proyek tol sepanjang 75,8 kilometer tersebut memiliki nilai investasi sebesar kurang lebih Rp14 triliun. Kemudian untuk total potensi proyek pengembangan bisnis kurang lebih Rp92 triliun," kata Destiawan di Jakarta, Kamis.
Sementara potensi ekspansi ke pasar luar negeri diproyeksikan senilai Rp71 triliun antara lain ke Timur Tengah, Afrika serta, potensi pasar Asia Tenggara dan Asia Selatan.
BACA JUGA: Habib Rizieq Tawarkan Rekonsiliasi dengan Pemerintah, Istana: Tidak Perlu
Tahun ini, Waskita Karya menargetkan nilai kontrak baru sebesar Rp26,8 triliun. Hingga Oktober raihan kontrak baru mencapai Rp 15 triliun. Raihan nilai kontrak baru paling besar berasal dari pembangunan tol, bendungan, irigasi, perkuatan pantai di DKI, Sewerage di Jambi dan gedung.
Waskita Karya memiliki enam lini bisnis yaitu konstruksi, bidang investasi yang terdiri dari jalan tol, realty dan infrastruktur non jalan tol. Di sisi lain, perseroan juga memiliki lini bisnis di bidang industri yaitu beton precast dan pabrikasi baja. Keenam lini bisnis tersebut didukung oleh anak-anak perusahaan seperti Waskita Toll Road, Waskita Karya Realty, Waskita Beton Precast dan Waskita Karya Infrastruktur.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Siswi Sekolah Rakyat Sragen meninggal setelah demam, muntah, dan kejang. Ia sempat menjalani pemeriksaan sebelum dirujuk ke rumah sakit.
Icomex dijadwalkan diresmikan 17 September 2026. OJK dan DPR mempercepat regulasi sebelum pengawasan BMKS beralih ke OJK pada 2027
Taman Edupark Gemolong diperketat setelah video remaja bermesraan viral. Pengawasan, penerangan, dan pembatasan malam akan ditingkatkan.
Aktivitas Merapi dan kondisi alam menjadi pertimbangan wisatawan sebelum berkunjung ke Sleman, meski wisata kawasan Merapi tetap diminati.
Arab Saudi mengancam respons tegas terhadap Houthi setelah serangan rudal dan drone melukai 13 warga sipil di wilayah selatan.
Program Alfamart Sahabat Posyandu kembali digelar dengan menggandeng Kalbe Nutritionals melalui Morinaga Chil*Go! pada September 2026