Magelang Siapkan 35 Titik Pengungsian Baru untuk Warga Merapi

Lokasi pengungsian di Balai Desa Deyangan, Mertoyudan, Kabupaten Magelang dibuat bilik-bilik, Jumat (6/11/2020). - Harian Jogja/Nina Atmasari
15 November 2020 05:17 WIB Newswire Sleman Share :

Harianjogja.com, MAGELANG- Ratusan warga dari kawasan rawan bencana (KRB) III Gunung Merapi wiilayah Kabupaten Magelang, Jawa Tengah telah mengungsi. Pemerintah Kabupaten menyiapkan sejumlah titik tambahan tempat pengungsian untuk warga di kawasan Gunung Merapi yang tingkat aktivitasnya kini Siaga (level III).

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang, Edy Susanto menyebutkan ada 35 titik baru lokasi pengungsian yang disiapkan untuk mengantisipasi erupsi Gunung Merapi.

Menurut dia lokasi tersebut sebagian besar menempati sekolah dengan dibuat bilik-bilik atau sekat-sekat triplek di setiap kelas agar memenuhi protokol kesehatan.

Baca juga: Menilik Ritus Kepahitan di Candi Pendem Gunung Merapi

Ia menyampaikan sekolah dipilih menjadi tempat pengungsian karena saat ini masih pandemi dan kegiatan belajar mengajar berlangsung secara daring, sehingga sekolah bisa dijadikan salah satu lokasi pengungsian.

Edy mengatakan, lokasi pengungsian saat ini ada 9 titik yang sudah ditempati pengungsi kelompok rentan dari 11 dusun di empat desa dan kini ditambah lagi 35 titik dengan tersedia 1.313 bilik.

Ia menuturkan dengan tersedia 1.313 bilik di tempat pengungsian baru tersebut, nantinya bisa digunakan warga dari dusun lain di empat desa tersebut, karena belum seluruh dusun yang ada di empat desa itu mengungsi.

Baca juga: Kabar Gembira, Kuota Wisatawan ke Gunung Bromo Ditambah

Sebagaimana rekomendasi dari BPPTKG di wilayah Kabupaten Magelang ada tiga desa yang mengungsi di Kecamatan Dukun, yakni Desa Paten (Dususn Babadan 1 dan Babadan 2), Desa Krinjing (Dususn Trono, Pugeran, Trayem), dan Desa Ngargomulyo (Dusun BaturNgisor, Gemer, Ngandong, Karanganyar).

Kemudian Desa Keningar (Dusun Banara, Gondangrejo) meskipun tidak direkomendasi mengungsi, tetapi karena masyarakat khawatir kemudian kini mereka sudah mengungsi.

Sumber : Suara.com