46 Persen Perpustakaan Kalurahan Bantul Mati Suri, Ini Arahan Bupati
Sebanyak 46 persen perpustakaan kalurahan di Bantul dinyatakan tidak aktif. Bupati Halim instruksikan lima langkah strategis penguatan literasi desa.
Ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, BANTUL- Penemuan 15 santri Pondok Pesantren Al-Imdad Pajangan Bantul dinyatakan positif Covid-19 berawal dari dua santri berdasarkan hasil pemeriksaan pasa 6 November lalu.
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bantul, Sri Wahyu Joko Santoso mengatakan kasus positif di ponpes tersebut berawal dari dua santri yang positif berdasarkan hasil pemeriksaan pada 6 November lalu. "Lalu terus bertambah sampai 12 orang," katanya saat dihubungi, Selasa (17/11/2020).
Selain Al-Imdad Pajangan, tiga orang santri di Al-Imdad Pandak Bantul yang masih dalam satu yayasan namun beda pengasuh juga dinyatakan positif. Adanya santri yang positif tersebut, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bantul langsung melakukan screening massal.
Baca juga: 15 Santri Ponpes Al-Imdad Bantul Positif Covid-19
“Besok Rabu akan di screening yang bergejala kita swab dan yang tidak bergejala tetapi berada di situ dan pembimbing langsung akan kita testing. Kalau reaktif langsung swab,” kata Sri Wahyu, saat dihubungi Selasa (17/11).
Ke-15 santri tersebut kini harus menjalani isolasi mandiri di pesantren setempat selama 14 hari karena masuk kategori orang tanpa gejala (OTG).
Pihaknya sudah meminta pengasuh Al-Imdad untuk melakukan pembatasan aktivitas santri dan masyarakat sekitar pesantren dan tidak mendatangkan santri dari luar terlebih dahul. “Kebijakannya sama. Semua Ponpes dilarang memanggil santri, dilakukan pembatasan sosial, mobilitas dan warga yang diluar jangan keluar masuk pondok,” ucap Sri Wahyu.
Baca juga: Covid-19 Bukan Aib, Harus Terbuka Jika Terjangkit
Soal keketatan pembatasan sisial, pria yang akrab disapa Oki ini menyerahkan kepada Gugus Tugas Percepatan Penanangan Covid-19 tingkat kecamatan dan desa. Pihkanya juga mendukung untuk kebutuhan logistik dan alat pelindung diri untuk santri positif yang menjalani isolasi tersebut.
Sementara Kepala Sekolah Madrasah Aliyah (MA) Al-Imdad Pajangan, Durori mengatakan terkait adanya santri yang positif Covid-19 pihaknya sudah menyerahkan semua penanganannya pada Gugus Tugas Percepatan penanganan Covid-19 tingkat kecamatan dan puskesmas Pajangan, “Silahkan langsung saja ke kecamatan dan puskesmas,” kata Durori, melalui sambungan telepon.
Sementara Camat Pajangan, Anjar Arintaka menyatakan soal santri Al-Imdad Pajangan yang positif Covid-19 sudah ditangani Gugus Tugas Penanganan Covid-19 kabupaten dan pesantren setempat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 46 persen perpustakaan kalurahan di Bantul dinyatakan tidak aktif. Bupati Halim instruksikan lima langkah strategis penguatan literasi desa.
Veda Ega Pratama akan memulai Moto3 Italia 2026 dari posisi ke-13 setelah mencatatkan waktu 1 menit 55,548 detik pada sesi kualifikasi di Mugello. Peluang merai
Perayaan Waisak 2570 BE di Borobudur hadirkan pengalaman spiritual, meditasi, pelepasan lampion hingga Pasar Medang. Simak rangkaian lengkapnya.
Kurang tidur bisa picu stroke ringan (TIA) dan penyakit jantung. Kenali gejala dan cara mencegahnya menurut dokter.
SPMB SMA/SMK DIY 2026 resmi dibuka dengan 33.279 kursi. Seleksi transparan tanpa titipan, simak jalur, syarat, dan jadwalnya.
Kasus penipuan WO di Jakarta Timur seret 58 korban dengan kerugian Rp2,6 miliar. Polisi tetapkan pasangan suami istri sebagai tersangka.