Covid-19 Bukan Aib, Harus Terbuka Jika Terjangkit

Regional Head South Central Java Smartfren, Joseph Marthinus Gultom. - Harian Jogja/Bernadheta Dian Saraswati
17 November 2020 10:37 WIB Bernadheta Dian Saraswati Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA – Telekomunikasi menjadi salah satu sektor yang sibuk pada masa pandemi Covid-19. Kebutuhan data atau internet yang tinggi karena masifnya kegiatan belajar dan bekerja secara daring membuat pekerja di sektor ini harus banting tulang untuk memberikan layanan yang baik bagi masyarakat.

Hal itu diamini Regional Head South Central Java Smartfren, Joseph Marthinus Gultom. Menurutnya, dalam kondisi ini, perusahaan telekomunikasi memang diuntungkan. Namun pada sisi lain, rasa was-was jika virus mematikan itu menjangkiti karyawan juga muncul, mengingat pola kerja yang semakin tinggi.

Baca juga: PHRI: Pemda Harus Konsisten Kendalikan Covid-19

Untuk itu, Joseph menerapkan protokol kesehatan yang ketat di kantornya. Menurutnya pencegahan Covid-19 sangat menjadi fokus di Smartfren sehingga setiap region dan cluster dibentuk tim gugus tugas Covid-19.

“Tentunya 3M harus dijalankan, tim sales dilengkapi dengan face shield, sarung tangan, dan masker. User diwajibkan cuci tangan dan pakai masker jika masuk ke galeri Smartfren dan juga dipasang pembatas jarak antar user dengan sales force,” tuturnya, Sabtu (14/11/2020).

Selain itu, ia selalu menekankan kepada seluruh karyawan untuk terbuka jika ada saudara, tetangga, orang terdekatnya, atau bahkan dirinya sendiri yang terinfeksi Covid-19. “Mereka harus terbuka terhadap leader agar bisa diantisipasi sejak dini terjadinya penyebaran. Kalau lingkungannya ada yang terkena [Covid-19], employee wajib karantina mandiri,” tuturnya.

Baca juga: Pernikahan Mulai Ramai, Wedding Organizer Komitmen Jaga Protokol Pencegahan Covid-19

Menurutnya keterbukaan yang tertanam pada diri karyawan ini sangat penting untuk mengantisipasi dampak buruk dari Covid-19. “Saya tekankan bahwa Covid-19 bukanlah aib yang harus ditutup-tutupi. Namun ini adalah pandemi dan berisiko untuk semua orang,” tuturnya.

Joseph memetik hal baik dari pandemi ini yakni membuat semua orang lebih mencintai dan menjaga kesehatannya. Ia hanya dapat berharap semoga vaksin Covid-19 segera ditemukan dan bisa segera digunakan semua orang.

“Harapannya aktivitas normal bisa berjalan seperti biasa sehingga roda perekonomian dan sendi kehidupan lain berjalan sebagaimana adanya,” tuturnya.