Pengunjung Pantai Bantul Diminta Waspadai Ubur-Ubur
Wisatawan yang berkunjung ke pantai selatan Bantul diimbau untuk mewaspadai keberadaan ubur-ubur saat bermain di kawasan tersebut.
Wisatawan memadati pantai Parangtritis, Senin (16/2/2026). Kiki Luqman
Harianjogja.com, BANTUL—Kebijakan tiket terusan Rp15.000 untuk seluruh destinasi Pantai Selatan Bantul menuai sorotan. Pengelola wisata meminta evaluasi agar sistem retribusi lebih adil, transparan, dan berdampak langsung pada pengelolaan destinasi serta peningkatan kunjungan wisatawan di Pantai Bantul.
Ketua Desa Wisata Pantai Goa Cemara, Bayu Sujaka, mengusulkan agar wisatawan diberi opsi tiket nonterusan sebesar Rp5.000 untuk setiap destinasi pantai yang dikunjungi. Usulan tersebut disampaikan dalam audiensi bersama Bupati Bantul pada Selasa (3/3/2026).
"Selama ini kan per orang bayar Rp15.000 itu sudah bisa ke semua destinasi pantai di Bantul. Kami minta dievaluasi dan diberlakukan tiket per destinasi sebesar Rp5.000 setiap pantai," katanya seusai audiensi dengan Bupati Bantul, Selasa (3/3/2026).
Menurut Bayu, skema tiket per destinasi akan memberikan ruang yang lebih fleksibel bagi masing-masing pengelola dalam mengatur operasional dan perawatan kawasan wisata. Selain itu, ia mengusulkan agar sebagian pendapatan retribusi dapat dikembalikan langsung kepada pengelola destinasi untuk memperkuat program kerja di lapangan.
"Ini agar para pengurus bisa mengatur program kerja dan perawatan tanpa menunggu administrasi anggaran yang kadang terlalu panjang," ujarnya.
Ia juga menyoroti efektivitas pos retribusi yang saat ini hanya berada di jalur utama menuju kawasan Pantai Selatan Bantul. Menurutnya, perlu ada pos tambahan di akses jalan alternatif atau pintu masuk kecil guna mencegah potensi kebocoran retribusi.
"Petugas retribusi juga harus fokus pada tugas pemungutan saja dan tidak mencampuri urusan pengelolaan internal destinasi atau melakukan transaksi di luar tugas resmi," ungkapnya.
Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, menyatakan masukan dari pengelola destinasi wisata pantai selatan akan menjadi bahan evaluasi pemerintah daerah demi mendorong kemajuan industri pariwisata di wilayah tersebut.
"Bagi saya tidak ada masalah, mau Rp15.000, Rp10.000, Rp5.000 atau nol sekalipun, tapi tujuannya itu harus jelas. Wisatawan bertambah, begitu juga spending money mereka," kata Halim.
Halim menegaskan bahwa pengelolaan destinasi pariwisata, termasuk Pantai Bantul, membutuhkan pembiayaan yang tidak sedikit. Berbagai aspek, mulai dari kebersihan, keamanan, hingga kenyamanan pengunjung, memerlukan dukungan anggaran yang memadai agar wisatawan merasa puas dan terdorong untuk kembali berkunjung.
"Ya, nanti akan kami uji coba aspirasi mereka, bahwa ternyata itu objek yang mandiri. Trial and error itu sesuatu yang biasa saja dalam penyelenggaraan pemerintah. Dicoba, kalau salah, diperbaiki lagi," pungkas Halim, seraya membuka peluang uji coba kebijakan baru guna melihat efektivitas sistem tiket Pantai Bantul terhadap peningkatan kunjungan dan perputaran ekonomi wisata.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Wisatawan yang berkunjung ke pantai selatan Bantul diimbau untuk mewaspadai keberadaan ubur-ubur saat bermain di kawasan tersebut.
BPBD Cilacap salurkan 117.000 liter air bersih ke 8 desa terdampak kekeringan. Ribuan warga kesulitan air selama kemarau.
Kasus dugaan korupsi program MBG di BGN menyeret TNI dan Polri aktif. Pemerintah tegaskan hukum ditegakkan tanpa pandang bulu.
4 kebiasaan setelah jam 5 sore yang wajib dihindari agar tekanan darah stabil: kafein, garam, alkohol, dan stres. Simak rekomendasi pakar kesehatan.
Meta luncurkan Pocket, aplikasi AI untuk membuat gim & aplikasi interaktif tanpa kode. Cukup dengan prompt, siapa pun bisa jadi kreator.
Justin Kluivert di-bully warganet Indonesia usai gagal penalti di Piala Dunia 2026. KNVB lapor polisi. Simak kronologi dan kaitannya dengan Patrick Kluivert.