Pengungsi Merapi Diminta Tak Jual Ternak

Hewan ternak milik warga sudah menempati kandang komunal di lapangan balai desa Glagaharjo, Cangkringan, Sleman, Selasa (17/11/2020).-Harian Jogja - Hafit Yudi Suprobo
17 November 2020 19:27 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Sebanyak 150 hewan ternak milik warga Kalitengah Lor, Glagaharjo, Cangkringan Sleman, telah diungsikan ke sejumlah kandang pengungsian hewan ternak.

Kandang komunal yang sedang dibangun di lapangan balai desa, Glagaharjo, Cangkringan, Sleman dekat dengan barak pengungsian juga sudah diisi oleh hewan ternak milik warga.

Plt Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan (DP3) Sleman, Nawang Wulan mengatakan jika 150 hewan ternak yang berhasil dievakuasi terdiri dari 63 sapi perah dan sapi potong sebanyak 87 sapi pedaging.

"Warga sudah mau untuk mengungsikan hewan ternaknya. Walaupun pakan masyarakat masih bisa secara mandiri untuk mencarinya. Konsentrat (untuk sapi perah) kemarin kami mendapatkan bantuan dari Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia sebanyak dua ton di Singlar," ujar Nawang saat di lapangan balai desa Glagaharjo, Selasa (17/11/2020).

Hewan ternak milik warga sendiri sudah dievakuasi ke tujuh titik kandang komunal. Diantaranya, kandang komunal Singlar yakni sebanyak 74 ekor, Gading sebanyak 23 ekor sapi, Huntap Karangkendal sebanyak tiga ekor, Huntap Pagerjurang sebanyak satu ekor, Jetis Sumur ada dua ekor, Klaten sebanyak 20 ekor, dan terakhir yakni di lapangan balai desa Glagaharjo sebanyak 16 ekor.

"Kandang di lapangan balai desa Glagaharjo sudah bisa untuk menampung hewan ternak. Sementara baru ada 16 hewan ternak. Baru ada tiga unit. Per unit kapasitasnya untuk 10 hewan ternak," jelas Nawang.

Pembangunan kandang komunal di lapangan balai desa Glagaharjo, Cangkringan, Sleman ditargetkan rampung dalam kurun waktu satu Minggu. Artinya, pekan depan kandang komunal di lapangan balai desa Glagaharjo Cangkringan Sleman bisa menampung hewan ternak milik warga secara masif.

"Kapasitas kandang komunal di lapangan balai desa Glagaharjo, Cangkringan, Sleman sendiri totalnya 200 hewan ternak. Kehadiran kandang ini diharapkan mampu mempermudah proses evakuasi terhadap hewan ternak milik warga Kalitengah Lor," sambung Nawang.

Ketersediaan air bersih untuk hewan ternak juga menjadi perhatian Nawang beserta jajarannya. Jika di Singlar sudah disediakan empat tagnki penampungan air, nantinya, di kandang komunal lapangan balai desa Glagaharjo, Cangkringan, Sleman juga bakal disediakan empat tangki penyimpanan air bersih.

"Selain ada sumber air di dekat lapangan balai desa Glagaharjo, Cangkringan, Sleman, kami juga akan melakukan dropping air. Penyediaan sumber air juga akan bekerjasama dengan PMI. Nanti akan kami jadwalkan kebutuhan air bagi hewan ternak dengan pemilik ternak," terang Nawang.

Nawang juga sebelumnya mengimbau agar masyarakat yang berada di Kalitengah Lor tidak terburu-buru menjual hewan ternaknya. Terlebih, menjual sapi ke belantik sapi dengan harga yang sangat rendah.

"Kami ngawekani. Pesan dari Bapak Bupati Sleman juga jangan sampai menjual hewan ternak dengan harga yang sangat rendah. Karena namanya kan rajakaya ya. kekayaan mereka adalah sapi itu yang harapannya kalau ada kebutuhan yang mndesak, itu jadi andalan, tabungan. Harapannya, warga jangan sampai dirugikan. Kami mengajak agar warga mau mengungsikan ternaknya," pungkasnya.

Semenjak status Merapi naik dari Waspada (level II) menjadi Siaga (level III) pada Kamis (5/11/2020) lalu, data DP3 Sleman kemarin Minggu (15/11/2020) sore, sudah ada 139 ekor dari 294 ekor ternak milik warga Kalitengah Lor yang perlu dievakuasi. Terdiri dari 76 ekor sapi potong dan 63 sapi perah milik 55 peternak.