Puncak Kemarau Agustus, Warga Gunungkidul Diminta Hemat Air
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Ilustrasi/Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) melantik 1.900 orang pengawas tempat pemungutan suara (TPS). Untuk memastikan petugas tidak ada yang terpapar virus Corona penyebab Covid-19, akan dilakukan rapid test secara massal pada 26 November.
Anggota Bawaslu Gunungkidul, Rini Iswandari mengatakan pelantikan pengawas TPS dilakukan di masing-masing kapanewon. Adapun pelantikan terbagi dalam dua gelombang. Gelombang pertama pelantikan dilakukan pada Minggu (15/11) untuk 401 petugas yang berasal dari Kapanewon Semin, Rongkop, Patuk dan Girisubo.
Sedangkan, sisanya sebanyak 1.499 petugas dari 14 kapanewon dilantik pada Senin (16/11/2020). “Sesuai dengan jumlah TPS, total ada 1.900 pengawas TPS,” kata Rini kepada wartawan, Senin siang.
Dia menjelaskan ribuan petugas ini akan bekeja selama satu bulan, mulai dari 23 hari sebelum pemilihan dan tujuh hari setelah dilakukan pencoblosan.
Sebelum bekerja, pengawas TPS ini akan diberikan bimbingan teknis sebagai bekal dalam upaya pengawasan. “Bimtek ini penting untuk mendukung kinerja para pengawas TPS,” ungkapnya.
Rencananya para petugas juga akan menjalani rapid test. Tes dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk menekan penyebaran virus Corona.
Disinggung mengenai potensi adanya petugas yang reaktif saat rapid test dilaksanakan, ia mengakui sudah menyiapkan skenario cadangan. Apabila ada yang terindikasi terpapar virus, maka akan diganti oleh petugas cadangan. “Sudah kami siapkan petugas cadangan untuk berjaga-jaga. Untuk cadangan di masing-masing kapanewon sudah ada penggantinya,” katanya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Anggota Bawaslu Gunungkidul, Rosita. Menurut dia, untuk antisipasi penyebaran virus Covorna, para petugas juga dilengkapi dengan alat pelindung diri seperti masker, handsanitizer hingga multi vitamin untuk menjaga kesehatan. “Kami sudah berikan kepada pengawas desa dan anggota panwaslu di setiap kapanewon,” katanya.
Dia menambahkan, untuk proses rekrutmen Pengawas TPS harus melalui perpanjangan sebanyak dua kali. Pasalnya, di waktu pendaftaran normal kuota minimal, yakni dua pendaftar di setiap TPS belum terpenuhi.
“Ya harus lewat perpanjangan dan akhirnya menggunakan jumlah pendaftar seadanya. Tapi bukan masalah, karena para pengawas sudah dilantik dan akan mulai bekerja,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
KY memastikan seleksi hakim agung dan hakim ad hoc MA 2026 transparan. Publik bisa memantau proses dan memberi informasi rekam jejak calon.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 12 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Kereta pertama berangkat 05.05 WIB, tarif tetap Rp8.000.
PSEL Piyungan ditargetkan groundbreaking Desember 2026. Proyek senilai Rp2,5 triliun-Rp3 triliun ini mulai dibangun Januari 2027.
Polisi menyiagakan puluhan personel setelah massa membakar sejumlah kantor pemerintah di Ilaga, Puncak, Papua Tengah.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 12 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000.