Kulonprogo Tambah 10 Kasus Baru dari Klaster Disdukcapil

Ilustrasi. - Freepik
19 November 2020 18:37 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO--Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo mengumumkan penambahan 10 kasus baru yang seluruhnya berasal dari klaster Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kulonprogo.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo, Baning Rahayujati mengatakan 10 kasus itu meliputi tujuh orang asal Kulonprogo dan tiga dari luar daerah. Tujuh kasus lokal itu meliputi KP-323, perempuan, 54, asal Jatirejo, Lendah; KP-324, laki-laki, 57, Margosari, Pengasih; KP-325, laki-laki, 52, Bojong, Panjatan; KP-326, laki-laki, 42, Pengasih; KP-327, laki-laki, 24, Bendungan, Wates;
KP-328, laki-laki, 29, Margosari, Pengasih dan KP-329, perempuan, 24, Hargorejo, Kokap.

"Untuk tujuh kasus asal Kulonprogo dimasukkan ke dalam data gugus tugas kami, sementara yang tiga dari luar Kulonprogo tidak kami masukkan, tapi masuk di data daerahnya masing-masing," kata Baning kepada awak media, Kamis (19/11/2020).

Baning menjelaskan tujuh kasus baru itu ada yang merupakan pegawai Disdukcapil, adapula kontak erat keluarga kasus positif. Bahkan lanjut dia, terdapat satu kasus merupakan penyiar radio. Penyiar tersebut diduga terinfeksi virus ketika radio tempatnya bekerja mengundang perwakilan Disdukcapil untuk mengisi sebuah acara talk show belum lama ini.

"Dari kasus positif awal, kami melakukan tracing dan mendapati ada satu penyiar radio yang masuk kontak erat, setelah diswab hasilnya positif. Dan ada kemungkinan yang bersangkutan tertular ketika ada acara Talkshow dengan mengundang pihak Disdukcapil belum lama ini," ucap Baning.

Tambahan tujuh kasus baru itu menambah jumlah penderita Covid-19 dari klaster Disdukcapil, menjadi 39 kasus. Rinciannya, 30 pegawai Disdukcapil, baik ASN maupun karyawan kontrak, dan sisanya adalah keluarga dari kasus positif, seorang ASN yang bekerja di Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kulonprogo, dan penyiar radio. Adapun sebagian besar dari para penderita ini tinggal di Kulonprogo, dan 4 juga berasal dari luar daerah, yaitu satu orang dari Sleman, satu Purworejo dan dua Bantul.

Disinggung soal kondisi penderita, Baning menjelaskan sebanyak 21 orang menunjukkan gejala penyakit seperti batuk dan demam. Sisanya berstatus orang tanpa gejala (OTG).

Baning mengatakan pihaknya masih terus melakukan tracing terhadap kasus positif dari klaster kantor Disdukcapil. Tracing tidak hanya menyasar pegawai kantor itu, tapi juga diperluas ke kantor pemerintah lainnya di Bumi Menoreh.

"Sebelum dinyatakan sakit, kasus positif awal sudah melakukan banyak kegiatan. Di mana dia melakukan kegiatan sudah kami upayakan untuk mentracing dan melakukan swab. Untuk pegawai kantor lain di luar Disdukcapil, beberapa sudah kami swab. Tapi masih ada beberapa yang belum keluar hasilnya," ujar Baning.

Baning mengatakan saat ini pihaknya masih menunggu keluarnya hasil swab baik itu dari klaster Disdukcapil maupun kasus lainnya. Kepada masyarakat, Baning meminta untuk bersabar menunggu keluarnya hasil ini karena sekarang terjadi penumpukan sampel di Balai Besar Veteriner (BBVet) Wates.

"Hingga hari ini masih ada sekitar 200 swab test dari berbagai kasus yang belum terperiksa, sementara BBVet Wates hanya mampu memeriksa 80 sampel per hari. Sehingga masyarakat diharapkan bisa memaklumi hal ini," ujarnya.

Merujuk data Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo, total kasus terkonfirmasi Covid-19 mencapai 329 kasus dengan rincian, 213 sembuh, 82 isolasi mandiri, 25 isolasi rumah sakit dan 9 meninggal dunia.