Cegah Kelaparan Tersembunyi, Program Ikan untuk Anak Diluncurkan

Anak-anak mengikuti peluncuran Ikan untuk Anak IUAK di Balai Kelurahan Mantrijeron, Kota Jogja, Sabtu (22/11/2020). - Harian Jogja/Sunartono
22 November 2020 09:47 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA— Fakultas Teknologi Pertanian UGM dan Foodbank of Indonesia meluncurkan Program Ikan untuk Anak #IUAK di Jogja secara daring, Sabtu (21/11/2020). Program ini untuk mendorong para orangtua terutama ibu agar memberikan makanan sehat, salah satunya ikan lokal kepada anak untuk mencegah kelaparan tersembunyi.

Dekan Fakultas Teknologi Pertanian UGM Profesor Eni Harmayani menyatakan dukungannya terhadap peluncuran Ikan untuk Anak #IUAK tersebut. Gerakan ini perlu diapresiasi untuk meningkatkan kesadaran pentingnya ikan bagi anak dan memanfatkan ikan sebagai pilihan protein pangan lokal bagi anak.

“Kami berterima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan donasi ikan untuk 20.000 anak PAUD dan balita, serta para relawan yang telah berjuang dengan gigih di lapangan dalam membuka akses bersama-sama untuk pangan,” katanya.

Baca juga: Rambut Ikal pada Balita Memang Menggemaskan, Ini Tips Merawatnya

Maya menambahkan kasus kelaparan di Indonesia masih dalam kategori tingkat serius termasuk kasus stunting. Untuk mengatasinya, orangtua terutama ibu memiliki peran penting di luar pemerintah, akademisi dan industri. “Komunitas ini memiliki peran untuk membuka akses pangan dan mengedukasi masyarakat pentingnya makanan sehat seperti ikan untuk anak-anak,” ujarnya.

Founder Foodbank of Indonesia M Hendro Utomo mengatakan menurut prediksi Bank Dunia akan ada 5,8 juta orang miskin baru di 2020 akibat pandemi. Sehingga yang harus diantisipasi adalah anak dalam hal ini usia dini, karena menjadi salah satu kelompok rentan dalam distribusi makanan dalam keluarga.

Di sisi lain, penelitian terbaru, dari sebelumnya menempatkan rokok dan pulsa ke dalam pengeluaran terbesar suatu keluarga. Kali ini ditemukan makanan jenis jajanan juga masuk kategori pengeluaran terbesar. Kenyataan ini sangat membahayakan ke depannya karena bisa menjadi kelaparan tersembunyi. Untuk mencegahnya maka program #IUAK ini diluncurkan di berbagai kota di Indonesia.

Baca juga: Mau Jadi YouTuber? Perhatikan Persiapan Berikut Ini!

“Ketika jajanan memasuki tubuh anak kita dalam usia panjang akan menimbulkan persoalan gizi itu kelaparan tersembunyi. Bahkan dari penelitian ada satu dari tiga anak balita atau 17 persen berangkat ke sekolah dengan perut kosong setiap harinya. Daerah padat perkotaan malah angkanya sekitar 40 persen. Angka ini makin tinggi saat dihantam pandemi, kita akan alami generasi yang hilang 15 sampai 20 tahun lagi,” ujarnya.

Ia menambahkan ketika gizi yang diberikan kepada anak rendah maka akan berpengaruh terhadap otak. Hal ini tentu sangat berdampak pada kemampuan kreativitas anak ke depannya. Karena itu dengan bantuan berbagai kalangan termasuk dari perguruan tinggi, melalui Gerakan ini pihaknya menggerakkan orangtua terutama ibu untuk mencoba mengatasi persoalan ini.

“Target 50.000 anak, sekarang baru masuk terbuka akses pangan sekitar 35.000, masih kurang 15.000 lagi,” katanya.