JDT Ukir Rekor Dunia, Tak Terkalahkan 109 Laga Liga sejak 2021
JDT mengawali Liga Super Malaysia 2026-2027 dengan kemenangan 3-0 dan mencatat rekor dunia 109 laga domestik tanpa kekalahan sejak 2021.
Pemilih diperiksa suhu tubuhnya oleh petugas TPS pada simulasi proses pemungutan suara dan penghitugan suara Pilkada 2020, di Lapangan Pasutan, Trirenggo, Bantul, Sabtu (21/11/2020). /Harian Jogja/Jumali
Harianjogja.com, BANTUL - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bantul memasang satu bilik khusus di setiap tempat pemungutan suara (TPS) yang ada di wilayahnya pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Bantul 2020, 9 Desember mendatang.
Bilik khusus dilengkapi plastik pembatas dan diletakkan terpisah dari tiga bilik lainnya ini diperuntukkan bagi pemilih yang memiliki suhu di atas 37,3 derajat.
“Jadi ketika petugas TPS di awal mengukur suhu tubuh pemilih dan kemudian suhu tubuh di atas 37,3 derajat. Maka, petugas akan langsung mengarahkan pemilih ke bilik khusus. Jadi screening pada pengukuran suhu,” kata Ketua KPU Bantul Didik Joko Nugroho, di sela-sela simulasikan proses pemungutan suara dan penghitugan suara Pilkada 2020, di Lapangan Pasutan, Trirenggo, Bantul, Sabtu (21/11/2020).
Baca juga:Hidayat Nur Wahid Dukung Wapres Ma\'ruf Bertemu Rizieq Shihab
Menurut Didik, pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Bantul 2020, ada 2.085 TPS di Bantul. Dari jumlah tersebut, setiap TPS ada empat bilik yang disiapkan. Satu bilik khusus untuk pemilih bersuhu tubuh di atas 37,3 derajat. Sedangkan tiga bilik lainnya untuk pemilih bersuhu tubuh di bawah 37,3 derajat.
Selain menyediakan bilik khusus, KPU Bantul juga memastikan ada 11 hal baru berkaitan dengan penerapan protokol kesehatan di TPS, yang tidak dijumpai saat proses pemilu sebelumnya. Kesebelas hal baru itu pun telah diterapkan saat simulasi pemungutan suara dan perhitungan suara.
“Dari dua belas hal baru yang berkaitan dengan penerapan protokol kesehatan tersebut di antaranya adalah penerapan pengukuran suhu tubuh pemilih dan wajib cuci tangah. Pemilih juga diberikan sarung tangan plastik sekali pakai. Kemudian, setelah mencoblos, pemilih diberikan tinta dengan model tetes, bukan dicelup. Setelah itu, pemilih juga harus cuci tangan kembali. Sedangkan jumlah pemilih di tiap TPS juga dibatasi maksimal 500 pemilih,” lanjut Didik.
Baca juga:Andi Arief Sebut Negara Kalah ketika TNI Masuk Wilayah Politik
Lebih lanjut Didik mengungkapkan, untuk perhitungan suara, KPU menerapkan aplikasi berbasis android yakni Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap). Di mana lewat aplikasi ini, anggota KPPS akan langsung terhubung dengan KPU pusat.
“Hasil final memang tetap manual, tapi Sirekap ini bagian dari transparansi informasi saat penghitungan,” ucapnya.
Sementara Sekda Bantul Helmi Jamharis mengaku mengapresiasi langkah dari KPU Bantul menggelar simulasi proses pemungutan suara dan penghitugan suara Pilkada 2020.
“Dengan simulasi ini bahwa penyelenggaraan pemungutan suara ini sudah mentaati protokol kesehatan. Karena kami tidak ingin penyelenggaraan Pilkada ini jadi claster baru penyebaran Covid-19. Dengan adanya simulasi ini bisa jadi potret bagaimana penyelenggaraan,” terang Helmi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
JDT mengawali Liga Super Malaysia 2026-2027 dengan kemenangan 3-0 dan mencatat rekor dunia 109 laga domestik tanpa kekalahan sejak 2021.
Tim Sparta Polresta Solo mengamankan warga Gilingan yang mengamuk dan mengancam warga dengan obeng sebelum dibawa ke RSJ Kentingan.
BPS menjelaskan arti desil 1-10 dalam DTSEN, indikator yang digunakan, serta alasan desil bukan penentu tunggal penerima bansos.
Kemenhub memproses 35 izin khusus pesawat registrasi asing untuk mendukung pemadaman karhutla dengan tetap mengutamakan keselamatan penerbangan.
Gempa M4,0 kembali mengguncang NTT pada 23 Agustus 2026. BNPB mencatat 53.971 rumah rusak akibat rangkaian gempa sejak 15 Agustus.
BMKG mendeteksi 696 hotspot di Kalsel pada 23 Agustus 2026. Sebanyak 29 titik masuk kategori tinggi dan risiko karhutla didominasi indikator tinggi.