Praktikum untuk SMK di Bantul Direncanakan Digelar Secara Tatap Muka

Foto ilustrasi. - Ist/Freepik
29 November 2020 13:17 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Sejumlah SMK di Bantul merencanakan menggelar pelajaran praktik, pada kegiatan pembelajaran tatap muka semester genap, Januari mendatang. Langkah ini diambil setelah mempertimbangkan grafik perkembangan kasus konfirmasi positif Covid-19.

“Rencana, Januari itu dimulai [tatap muka]. Utamanya untuk praktik,” kata Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Kabupaten Bantul Temu Panggih Raharja, Minggu (29/11/2020).

Temu memastikan, agar penularan Covid-19 bisa dicegah, penerapan protokol kesehatan secara ketat akan diterapkan. Begitu juga dengan jumlah siswa yang masuk, akan dibatasi, maksimal 30 persen dari total satu kelas. Selain itu, pihaknya juga akan melaksanakan kegiatan pembelajaran tersebut secara bertahap.

“Tentunya semua dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat. Kami sendiri menyambut baik, kebijakan pemerintah melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran. Namun, untuk sikap dari dinas sendiri, kami masih menunggu,” terangnya.

Baca juga: Pramuka DIY Turun Tangan Bantu Tanggulangi Covid-19

Lebih lanjut Temu mengungkapkan, jika nantinya ada penolakan dari wali maupun orang tua, pihaknya memastikan tetap akan menggelar pembelajaran jarak jauh. Sebab, untuk pembelajaran tatap muka, harus ada izin dari orang tua siswa.

“Strategi telah disiapkan. Sekarang kami tinggal menunggu dari dinas,” lanjutnya.

Terpisah, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Bantul memastikan telah siap, jika pembelajaran tatap muka jadi dihelat awal Januari mendatang.

“Kami sangat siap. Utamanya untuk SD dan SMP,” kata Kepala Disdikpora Bantul Isdarmoko.

Salah satu bentuk kesiapan yang ada, lanjut Isdarmoko ini diperlihatkan dengan kebijakan awal yang dilakukan oleh pihaknya dengan menggelar layanan konsultasi pelajaran untuk siswa SD dan SMP.

Di mana, dengan layanan ini siswa datang ke sekolah menemui guru tertentu, yang sudah terjadwal dan dibentuk dalam kelompok- kelolmpok kecil serta dengan mematuhi protokol kesehatan.

“Dan pelaksanaannya juga terus kami pantau. Selain itu, kami juga siapkan satgas Covid-19 di setiap sekolah. Kami targetkan Desember, satgas ini sudah siap. Disamping itu akan ada standar operasional pelaksanaan dan pengawasannya,” lanjut Isdarmoko.

Baca juga: Tes Swab, Rizieq Shihab Kabur dari RS Ummi Bogor

Lebih lanjut Isdarmoko menyatakan, skenario telah dipersiapkan pihaknya terkait dengan pelaksanaan pembelajaran tatap muka jadi digelar awal Januari mendatang.

Salah satunya adalah dengan meneruskan langkah pengetatan protokol kesehatan saat pelaksanaan layanan konsultasi pembelajaran.

“Termasuk untuk pengendalian siswa. Nanti jika kegiatan belajar mengajar sudah berjalan, sekolah harus siap mengendalikan siswanya. Nantinya tidak ada istirahat, kantin tidak buka, siswa akan langsung pulang setelah kegiatan belajar mengajar. Ini beberapa yang sedang kami kondisikan,” ucap Isdarmoko.