Kemenhut Pastikan Penanganan Kebakaran TNBTS Berjalan Terpadu
“Untuk pemadaman sekarang, ada tiga helikopter yang sudah beroperasi untuk pemadaman titik api, terutama di kelerengan yang tidak bisa dijangkau oleh pasukan,"
Ilustrasi/Pixabay
Harianjogja.com, BANTUL—Polres Bantul menangkap tujuh remaja yang masih duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA) karena kedapatan membawa senjata tajam pada Selasa (8/12/2020) dini hari, di wilayah Dusun Nulis, Desa Tamantirto, Kecamatan Kasihan, Bantul.
Ketujuh remaja tersebut masing-masing berinisial GSP, 13, warga Bumijo Kulon, Jogja; ESK, 17, warga Samigaluh Kulonprogo; RA, 15, warga Muntilan; GG, 16, warga Kasihan, Bantul; MDF, 14, warga Salam, Magelang; ADP, 16, warga Dukun, Magelang; dan MVR, 13, wrga Salam Magelang.
BACA JUGA: Mengaku Dijambret, Perempuan asal Giripeni Kulonprogo Malah Ditangkap Polisi
Kasat Reskrim Polres Bantul, AKP Ngadi, mengatakan penangkapan ketujuh remaja tersebut berawal saat polisi sedang berpatroli sebagai antisipasi kejahatan jalanan. Sampai di simpang empat Tamantirto, polisi melihat gerombolan orang mengendarai sepeda motor dan membawa gir yang diseret ke aspal.
Polisi kemudian mengejar rombongan tersebut sampai di Dusun Nulis, Tamantirto, Kasihan. Rombongan kemudian masuk ke dalam sebuah rumah indekos dan ditangkap. “Di kos itu juga ditemukan pedang beserta sarung pedangnya dengan panjang sekitar 70 sentimeter,” kata Ngadi, dalam jumpa pers di Mapolres Bantul.
Polisi juga menyita gir yang dibawa oleh ESK dan dua unit sepeda motor. Menurut Ngadi, rombongan pelajar tersebut diduga akan melakukan tawuran dengan kelompok lainnya, “Ini kelompok gabungan ketemu jalan barengan mencari lawan di daerah Sonopakis,” kata Ngadi.
BACA JUGA: 28 Tahun Lalu Keliru Serahkan Bayi, RS di China Didenda Rp1,64 Miliar
Berdasarkan catatan kepolisian, ketujuh remaja tersebut baru pertama kali berurusan dengan polisi. Ngadi mengaku dari tujuh remaja tersebut baru satu yang dinaikkan sampai penyidikan, yakni tersangka ESK yang membawa gir kemudian diseret di aspal. Sementara keenam remaja lainnya akan dibina melalui Satuan Pembinaan Masyarakat (Binmas).
Ngadi mengatakan ketujuh remaja yang berkeliaran dini hari membawa sajam hanya untuk menunjukan jati diri. Dia meminta orang tua maupun sekolah memantau pergaulan anak-anaknya. Polisi menduga tidak menutup kemungkinan mereka berkeliaran bersama temannya di malam hari karena bosan di rumah terlebih saat ini ada kebijakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) sehingga kurang pengawasan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
“Untuk pemadaman sekarang, ada tiga helikopter yang sudah beroperasi untuk pemadaman titik api, terutama di kelerengan yang tidak bisa dijangkau oleh pasukan,"
Penataan kawasan ibu kota Kabupaten Gunungkidul di Wonosari belum dilanjutkan karena keterbatasan anggaran dan prioritas infrastruktur.
FAO memperingatkan blokade Selat Hormuz dapat menurunkan produksi dan pasokan pangan global pada semester II 2026 dan 2027.
Pemerintah menetapkan jadwal libur nasional dan cuti bersama 2027. Simak daftar tanggalnya untuk merencanakan liburan dan cuti.
Sebanyak 151 kasus kekerasan perempuan dan anak tercatat di Bantul hingga Juli 2026. Kekerasan verbal menjadi salah satu kasus dominan.
Ekonom UAJY Y. Sri Susilo menilai Suahasil Nazara punya PR berat, terutama pengelolaan fiskal daerah setelah menggantikan Purbaya.