Pemkot Magelang Perkuat Pemahaman Masyarakat tentang Pengangkatan Anak
Niat mulia masyarakat untuk mengangkat anak perlu dibarengi dengan pemahaman terhadap prosedur dan ketentuan yang berlaku agar hak-hak anak tetap terlindungi se
Hasil pemungutan suara Pilkada Bantul di TPS tempat calon bupati Suharsono memilih./Harian Jogja-Jumali
Harianjogja.com, BANTUL—Hasil berbeda diperoleh oleh pasangan calon Bupati dan wakil Bupati Bantul nomor urut 2, Suharsono-Totok Sudarto pada pemungutan suara Pilkada 2020 di TPS masing-masing.
Calon Bupati Bantul Suharsono kalah telak di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 55, tempat memilihnya, di Demangan, Bangunharjo, Sewon.
Dari total 256 suara, Suharsono-Totok Sudarto mendapatkan 70 suara. Adapun lawannya, Abdul Halim Muslih-Joko Purnomo mendapatkan 173 suara. Sementara dari 256 suara, tidak sah sebanyak 13 suara.
Sementara, calon Wakil Bupati Bantul Totok Sudarto menang telak di TPS 009, Terong1, Dlingo, tempatnya memilih.
Dari 215 suara, pasangan Suharsono-Totok Sudarto berhasil meraih 168 suara, sedangkan pasangan Abdul Halim Muslih-Joko Purnomo hanya meraih 43 suara.
“Untuk suara tidak sah ada 4 suara. Kami mulai melakukan perhitungan tepat pukul 13.00 WIB. Proses pemilihan dan penghitungan semua lancar,” kata Ketua TPS 009, Gatot.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Niat mulia masyarakat untuk mengangkat anak perlu dibarengi dengan pemahaman terhadap prosedur dan ketentuan yang berlaku agar hak-hak anak tetap terlindungi se
Cek jadwal KRL Jogja–Solo Jumat 22 Mei 2026. Berangkat hampir tiap jam dengan tarif Rp8.000, praktis dan hemat.
Ratusan anak muda gelar konser di Titik Nol Jogja, suarakan perlawanan dan solidaritas di tengah isu kriminalisasi aktivis.
PAD pariwisata Sleman terus naik, tapi pertumbuhannya melambat. Ini penyebab dan data lengkapnya.
Penyalahgunaan obat-obatan tertentu di Jogja meningkat dan mengancam generasi muda. BPOM ungkap dampak serius hingga risiko kematian.
Buku Kampus Pergerakan diluncurkan saat 28 tahun Reformasi, mengulas sejarah panjang perjuangan mahasiswa sejak 1986.