Wanita Diduga Mabuk Rusak Gerobak Pukis di Babarsari, Ini Kronologinya
Wanita diduga mabuk mengamuk dan merusak gerobak penjual pukis di Babarsari, Sleman. Polisi mengamankan kedua pihak untuk mediasi.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA - Beberapa pemilih dapatkan surat suara dobel di Pilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sleman. Bahkan di salah satu TPS di Wedomartani, santer beredar kabar jika salah satu surat suara dobel telah tercoblos di area pasangan nomor urut tiga.
Salah satu cuitan akun twitter dengan nama pengguna @ANTXNIUS bagikan foto tangkapan layar whatsapp berisi gambar surat suara yang telah terlubangi tepat di kotak pasangan nomor urut tiga. Dalam cuitannya akun tersebut menambahkan kutipan ; "Weh-weh ribut-rubut apa ini pagi-pagi."
Tidak sampai di situ, dalam cuitan berikutnya akun @ANTXNIUS juga menambahkan foto form laporan berisi kronologi ditemukannya peristiwa surat suara tercoblos tersebut. Tertulis lengkap dalam formulir, pelapor hingga saksi-saksi peristiwa tersebut. Hingga sekitar pukul 20:50 WIB dicuit ulang lima kali dan disukai 26 akun.
BACA JUGA : CEK FAKTA: DWS-ACH Sebut Kecamatan Depok Punya
Guna menkonfirmasi atas isu yang beredar, Koordinator Divisi Penindakan Pelanggaran Bawaslu DIY, Sri Rahayu Werdiningsih yang akrab dipanggil Cici pun angkat bicara. Diceritakan Cici, mulanya seorang pemilih diberikan satu surat suara. Namun setelah diperiksa pemilih, surat suara tersebut dobel dan salah satunya telah tercoblos.
"Kejadian di TPS 13 Wedomartani, jadi surat suara yang diberikan satu surat suara terlipat dari KPPS, ternyata surat suara itu dobel," tuturnya pada Rabu (9/12) melalui pesan singkat whatsapp.
Pemilih yang memperoleh surat suara ganda pun akhirnya menyerahkan satu surat yang telah tercoblos kepada KPPS. Sedangkan satu surat suara yang masih kosong selanjutnya digunakan pemilih untuk memakai hak suaranya.
BACA JUGA : Cek Fakta: Orang dengan Golongan Darah O Lebih Kebal
"Yang satu Memang sudah tercoblos [nomor] 3 atas hal itu [surat suara] oleh pemilih yang tercoblos tersebut dikembalikan ke KPPS, dan dianggap rusak," terangnya.
Namun hingga Rabu (9/12/2020) malam pihaknya belum mendapatkan laporan tentang kejadian tersebut. Oleh karena itu, terkait foto form laporan yang beredar belum bisa dipastikan keaslian dan kebenarannya. "Belum ada laporan terkait itu. Kalau pada saat pemungutan dan perhitungan suara tadi belum ada [pelanggaran yang masuk]," tegasnya.
Berdasarkan konfirmasi yang dihimpun dari keterangan Koordinator Divisi Penindakan Pelanggaran Bawaslu DIY, Sri Rahayu Werdiningsih, dapat diketahui bahwa berita adanya surat suara yang tercoblos di gambar pasangan nomor urut tiga merupakan fakta. Namun perlu digarisbawahi jika ternyata surat suara yang didapat pemilih ganda, satu surat tercoblos saat dibuka sedangkan surat lainnya masih utuh saat dibuka. Kendati demikian foto lampiran form laporan dalam cuitan yang beredar belum dapat dikonfirmasi kebenarannya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Wanita diduga mabuk mengamuk dan merusak gerobak penjual pukis di Babarsari, Sleman. Polisi mengamankan kedua pihak untuk mediasi.
Empat wisatawan terseret ombak Pantai Jungwok Gunungkidul saat hendak berfoto. Seorang wisatawan asal Solo meninggal dunia.
Kemenhub mendirikan posko darurat di Pelabuhan Trisakti untuk menangani insiden Kapal Virgo Transport 8 yang hilang kontak di Masalembo.
DPRD DIY mendorong penanganan kekeringan melibatkan seluruh OPD, tidak hanya BPBD, dengan dukungan koordinasi dan anggaran memadai.
Debit Sungai Tinalah Kulonprogo surut saat kemarau. Kondisi ini membuat wisata keceh diminati, tetapi wisatawan diminta tetap waspada.
Kejagung mengungkap Ferry Boboho mengembalikan Rp5 miliar pada Agustus 2026. Uang itu bagian dari Rp40 miliar Tan Kian.