Catat! Jadwal Terbaru Lokasi SIM Keliling di Sleman Bulan Juli 2026
Jadwal SIM Keliling Sleman Juli 2026 resmi dirilis. Cek lokasi, tanggal, jam layanan, serta syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.
Ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN-- Varian baru Covid-19 yang dikenal dengan nama VUI 202012/01 yang ditemukan di Inggris belum menunjukkan bukti yang lebih berbahaya dibandingkan virus corona yang sudah ada sebelumnya.
Hingga sampai hari ini varian VUI 202012/01 telah ditemukan pada 1.2% virus pada database GISAID, 99% varian tersebut dideteksi di Inggris, Irlandia, Perancis, Belanda, Denmark, Australia. Sedangkan untuk Asia, baru ditemukan pada tiga kasus yaitu Singapura, Hong Kong dan Israel.
BACA JUGA : Kelelahan hingga Kebingungan, Gejala Virus Corona Varian
Akademisi UGM yang mempakari terkait virus, Gunadi mengatakan varian baru Covid-19 ini terdiri dari sekumpulan mutasi antara lain sembilan mutasi pada protein S. Dari sembilan mutasi tersebut pada VUI 202012/01, ada satu mutasi yang dianggap paling berpengaruh yaitu mutasi N501Y. Hal ini karena mutasi N501Y terletak pada Receptor Binding Domain (RBD) protein S.
Mutasi ini diduga meningkatkan transmisi antar manusia sampai dengan 70%. Namun begitu, mutasi ini belum terbukti lebih berbahaya atau ganas. “Demikian juga, mutasi ini belum terbukti mempengaruhi efektivitas vaksin Corona yang ada,” katanya dalam rilis yang diterima Harianjogja.com Sabtu (26/12/2020).
Menurutnya tes swab PCR bisa digunakan untuk diagnosis infeksi varian baru COVID-19 dengan mendeteksi kombinasi beberapa gen pada virus Corona. Karena varian baru tersebut terdiri dari multimutasi pada protein S, maka diagnosis COVID-19 sebaiknya tidak menggunakan gen S, bahkan bisa memberikan hasil negatif palsu.
BACA JUGA : Varian Baru Virus Corona Suda Terdeteksi di Singapura
Oleh karena itu, peran surveilans genomik (whole genome sequencing) virus Corona menjadi sangat penting dalam rangka identifikasi mutasi baru, k pelacakan (tracing) asal virus tersebut dan dilakukan isolasi terhadap pasien dengan mutasi tersebut, sehingga penyebaran virus Corona bisa dicegah lebih lanjut.
“Kami mengimbau masyarakat lebih waspada dengan adanya mutasi baru tersebut, namun tidak perlu disikapi dengan kekhawatiran berlebihan. Masyarakat tetap harus menerapkan 3M, memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak dengan menghindari kerumunan,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal SIM Keliling Sleman Juli 2026 resmi dirilis. Cek lokasi, tanggal, jam layanan, serta syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.
BPBD Kota Jogja meningkatkan kesiapsiagaan musim kemarau 2026 dan mengimbau warga mewaspadai fenomena bediding serta risiko ISPA hingga kebakaran.
Harga BBM naik? Simak 10 tips hemat BBM untuk mobil matic, mulai dari menjaga tekanan ban hingga rutin servis agar konsumsi bensin lebih efisien.
Sejumlah pejabat Pemkab Sukoharjo pulang naik kereta usai diperiksa KPK terkait OTT yang menjerat Bupati Etik Suryani. Tiga orang ditetapkan sebagai tersangka.
Korban tewas gempa Venezuela pada 24 Juni bertambah menjadi 4.333 orang. Lebih dari 18.000 warga masih tinggal di penampungan sementara.
Jamwas Kejaksaan Agung Rudi Margono memastikan Febrie Adriansyah diproses secara pidana dan etik. Status pemberhentian masih menunggu Keppres.