WFH Tak Harus 50 Persen, Pemda DIY Sesuaikan Kebutuhan OPD
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Wisatawan sedang berjalan di kawasan Malioboro, Kota Jogja, pada Jumat (25/12/2020). /Harian Jogja-Sirojul Khafid
Harianjogja.com, JOGJA- Wakil Ketua DPRD DIY, Huda Tri Yudiana, mengusulkan kepada Gubernur DIY untuk mempertimbangkan opsi pembatasan sosial berskala besar (PSBB).
“Atau setidaknya pembatasan sangat ketat untuk menutup tempat hiburan, tempat wisata yang dikelola Pemda, perkantoran tidak full seperti dulu lagi,” katanya, Minggu (27/12/2020).
Langkah ini perlu diambil kata dia, karena kondisi saat ini luar biasa, dengan penambahan kasus harian yang terus naik, sementara kapasitas rumah sakit dan tenaga kesehatan tidak bertambah. “Kita harus kendalikan dulu dengan rem pergerakan manusia,” ujarnya.
Baca juga: Ambil Paksa Jenazah Covid-19 di Rumah Sakit, 14 Orang Diamankan Polisi
Ia melihat kapasitas rumah sakit rujukan sejauh ini memang masih cukup, namun tenaga kesehatan menurutnya sudah kehabisan. Pemda DIY ungkapnya, sempat melakukan rekrutmen sebanyak 200 tenaga kesehatan lokal, namun hasilnya belum maksimal.
“Kemarin rekrutmen 200 relawan yang dibayar untuk tenaga kesehatan, yang daftar tidak sampai 100. Dari jumlah itu, yang betul-betul masuk nggak sampai 30. Makanya perlu ada pembatasan yang sangat serius daripada nanti tidak bisa merawat,” ungkapnya.
Ketersediaan Bed
Juru Bicara Pemda DIY untuk Penanganan Covid-19 DIY, Berty Murtiningsih menyebutkan penggunaan bed di rumah sakit rujukan untuk kritikal pada Minggu (27/12/2020) sebanyak 54 bed, sisa 10 bed. Untuk non kritikal digunakan 491 bed, sisa 86 bed.
Adapun kasus positif Covid-19 pada hari ini Minggu (27/12/2020), ada 183 kasus positif. Bantul mendominasi penambahan sebanyak 73 kasus. Sementara sebanyak 149 kasus dinyatakan sembuh dan tiga kasus meninggal. Total kasus positif DIY tembuh 11.000.
Baca juga: Senin, Pesawat N219 Nurtanio Terima Sertifikat Tipe
Berty menjelaskan penambahan kasus berdasarkan domisili meliputi Kota Jogja 30 kasus, Bantul 73 kasus, Kulonprogo 5 kasus, Gunungkidul 34 kasus dan Sleman 41 kasus.
Dilihat dari riwayatnya, penambahan kasus terdiri dari tracing kasus positif 96 kasus, periksa mandiri 40 kasus, kontak dengan kasus positif luar DIY 1 kasus, skrining karyawan kesehatan 5 kasus dan belum ada keterangan 41 kasus. “Dari pemeriksaan pada 783 sampel dari 759 orang,” ujarnya.
Tiga kasus meninggal meliputi Kasus 8.297, perempuan 71 tahun, Kota Jogja; Kasus 8.662, perempuan 62 tahun, Kota Jogja; kasus 9.412, laki-laki 49 tahun, Sleman. Adapun 149 kasus sembuh belum ada keterangan domisili dan usia.
Dengan penambahan ini, maka total kasus positif DIY menjadi sebanyak 11.110 kasus, dengan rincian 3.559 kasus aktif, 7.316 kasus sembuh dan 235 kasus meninggal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Kabar duka datang dari politik nasional. Rachmat Gobel wafat mendadak dan dimakamkan di TMP Kalibata. Ini profil, kronologi, dan kesaksian kolega.
Prediksi Spanyol vs Belgia di perempat final Piala Dunia 2026. Head to head, susunan pemain, kekuatan tim, dan prediksi skor lengkap.
Arus lalu lintas di Bantul masih ramai di akhir libur sekolah namun tetap lancar. Dishub mengimbau pengendara patuhi aturan dan perhatikan keselamatan.
Satpol PP Jogja menindak pelanggar Kawasan Tanpa Rokok di Malioboro. Tujuh orang kena sanksi, sebagian sudah didenda. Ini aturan dan fakta terbarunya.
Kafe de’Clan Signature di Cipete digeledah terkait kasus korupsi dan TPPU. Jampidsus Febrie Adriansyah membantah keterlibatan. Ini fakta lengkapnya.