Kasus Bertambah, Cek Data Covid-19 di DIY 18 Maret
Kasus Covid-19 di DIY kembali melonjak. Pada Kamis (18/3/2021), gugus tugas setempat melaporkan penambahan kasus baru sebanyak 257.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, KULONPROGO—Seorang pengendara motor tewas seusai menabrak pohon sukun di ruas Kenteng-Brosot, Dusun Maesan II, Kalurahan Wahyuharjo, Kapanewon Lendah.
Kapolsek Lendah, AKP Fakhrorudin mengatakan kecelakaan lalu lintas itu terjadi Senin (28/12/2020) siang. Korban tewas bernama Sariyadi, 55, warga Dusun Tempel, Kalurahan Bumirejo, Lendah.
Kecelakaan tunggal itu bermula saat Sariyadi hendak pulang dari mencari rumput menggunakan sepeda motor Honda Supra X AB 6122 HL. Sepeda motor bermuatan jerami itu melaju dari arah selatan ke utara dengan kecepatan sedang.
Sesampainya di lokasi kejadian, mendadak Sariyadi tidak bisa mengendalikan laju sepeda motornya sehingga menabrak pohon sukun di pinggir jalan. "Korban terjatuh dan langsung meninggal di lokasi kejadian," kata Fakhrorudin, Selasa (29/12/2020).
Kapolsek menjelaskan sesuai kejadian korban langsung dibawa ke RSUD Wates. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis dan keterangan pihak keluarga, korban memiliki riwayat penyakit jantung. Polisi menduga korban meninggal lantaran terkena serangan jantung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus Covid-19 di DIY kembali melonjak. Pada Kamis (18/3/2021), gugus tugas setempat melaporkan penambahan kasus baru sebanyak 257.
Persib Bandung semakin dekat dengan gelar juara Super League 2025/2026 usai menang dramatis 2-1 atas PSM Makassar di Parepare.
Simak jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Senin 18 Mei 2026 dari Stasiun Yogyakarta sampai Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
Cek jadwal terbaru KRL Solo-Jogja Senin 18 Mei 2026 lengkap dari Palur sampai Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Fabio Di Giannantonio menangi MotoGP Catalunya 2026 yang dua kali dihentikan akibat kecelakaan beruntun di Barcelona.
BMKG memprediksi hujan masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah DIY hingga 20 Mei 2026 akibat pengaruh fenomena MJO.