Trans Jogja Buka Tiga Jalur Baru

Foto ilustrasi bus Trans Jogja. - Harian Jogja/Desi Suryanto
01 Januari 2021 14:57 WIB Lugas Subarkah Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-Dalam upaya menghidupkan kembali angkutan desa di Kabupaten Sleman, Dinas Perhubungan DIY melalui Program Buy The Service (BTS) menambah tiga koridor jalur Trans Jogja yakni jalur Godean, Ngaglik, dan Ngemplak.

Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X mengatakan peluncuran jalur baru ini merupakan bentuk komitmen Pemda DIY dalam penyelenggaraan angkutan umum dalam melayani pergerakan masyarakat.

Hal ini dibuktikan dengan kehadiran Bus Trans Jogja sejak tahun 2008, yang merupakan bentuk reformasi sistem angkutan umum yang semula berbasis setoran menjadi sebuah sistem subsidi yang bernama BTS atau pembelian pelayanan.

Seluruh armada pada trayek pengembangan ini tergolong sangat modern karena menggunakan teknologi tinggi berbasis teknologi infomasi dan telematika, seperti blackbox yang merekam perjalanan bus, Global Positioning System, beberapa kamera CCTV di dalam kabin, alat pengontrol pramudi, alat penghitung penumpang secara otomatis.

Baca juga: Hari Pertama di Tahun 2021, Ini Wilayah di DIY yang Diperkirakan Turun Hujan

"Ini juga sejalan dengan skema pengembangan transportasi di DIY yang terus mengembangkan apa yang disebut dengan Intelligent Transport System atau sistem transportasi yang cerdas," ujarnya, Selasa (29/12/2020) lalu.

Plt. Kepala Dinas Perhubungan DIY Ni Made Dwi Panti Indrayanti menyampaikan bahwa pengadaan jalur baru ini memungkinkan lahirnya kerjasama dengan sekolah yang berada di wilayah Sleman.

"Kami akan mengkaji kembali, supaya siswa-siswa sekolah, terutama yang sekolahnya dilewati jalur Trans Jogja, dapat memanfaatkan bus Trans Jogja untuk pergi dan pulang sekolah. Hal ini untuk meminimalisir penggunaan kendaraan bermotor bagi siswa yang belum cukup usia," katanya.

Direktur PT Jogja Tugu Trans, Agus Andrianto menjelaskan untuk tarif yang dipatok, pihaknya masih menunggu usulan dan Kementerian Perhubungan RI. "Belum ada keputusan, masih menunggu, apakah sama ataukah tarif tertentu. Namun dari sisi infrastruktur, alat untuk cek tiket dan sebagainya, kami sudah siap," katanya.

Baca juga: Tiket Masuk Wisata Pantai Gunungkidul Bakal Mulai Gunakan Sistem Elektronik

Masyarakat kata dia, saat ini dalam tahap adaptasi sehingga belum signifikan jumlah yang menggunakan fasilitas ini. "Masih sight seeing, artinya belum menjadikan sebagai prioritas utama dalam berkendara," katanya.

Menurut Agus, jalur yang paling banyak diminati adalah jalur Ngaglik, terutama setelah pukul 14.00 WIB. Jalur jni cukup ramai diperkirakan karena melewati RS Panti Rapih dan RSUP Sardjito, sehingga banyak dimanfaatkan masyarakat yang biasanya untuk membesuk orang sakit.

Protokol Kesehatan

Pihaknya memastikan protokol kesehatan senantiasa diterapkan di dalam bus Trans Jogja. Penumpang harus bermasker, kalau tidak membawa, dari operator menyediakan secara gratis. Penumpang juga masuk melalui pintu yang sudah disediakan cairan penyanitasi tangan.

"Jogja Tugu Trans berhasil melaksanakan operasional sesuai usulan Kementerian Perhubungan yakni menyiapkan 44 bus baru dan semuanya sudah beroperasi sejak 2 Oktober 2020. Jogja adalah daerah yang paling cepat dalam melaksanakan tugas dari Kemenhub dalam penyediaan armada bus," tutupnya.

Selanjutnya, untuk memberikan kemudahan akses bagi masyarakat terkait rute, titik-titik halte, hingga jadwal bus Trans Jogja, masyarakat dapat mengunduh aplikasi yang bernama Teman Bus yang merupakan akronim dari Transportasi Ekonomis, Mudah, Andal dan Nyaman secara real time.