Pasar Hewan Terpadu di Pengasih Kini Dilengkapi Pasar Tani

Pasar Tani yang baru dibuka di Kompleks Pasar Hewan Terpadu (PHT), Kapanewon Pengasih, Kulonprogo, Jumat (8/1/2021). - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara
08 Januari 2021 16:37 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Dinas Pertanian dan Pangan (Distanpangan) Kulonprogo mengembangkan Pasar Hewan Terpadu (PHT) dari yang semula hanya khusus sebagai tempat jual beli ternak sekarang menjajakan hasil pertanian kelompok wanita tani (KWT) setempat.

Pengembangan itu diawali dengan pembukaan Pasar Tani di Komplek PHT, Kapanewon Pengasih, Kulonprogo, Jumat (8/1/2021) pagi. Sebanyak 18 KWT yang ada di Pengasih dilibatkan dalam operasional pasar ini. Mereka menjual berbagai macam sayur dan buah-buahan segar, di samping itu juga produk olahan pertanian.

Kepala Distanpangan Kulonprogo Muh Aris Nugroho mengatakan Pasar Tani merupakan bagian dari upaya pengembangan PHT. Ke depan PHT tak hanya sebatas sebagai tempat jual beli ternak, tapi juga jadi semacam pasar umum yang juga menjual berbagai hasil pertanian.

"Ke depan ini akan jadi pasar pertanian secara umum, jika sebelumnya hanya ada ternak, mulai sekarang sudah bisa ditemui berbagai hasil pertanian," kata Aris sesuai peresmian Pasar Tani, Jumat pagi.

Aris menjelaskan dilibatkannya KWT dalam Pasar Tani adalah salah satu upaya Distanpangan dalam membantu pemasaran produk pertanian. Selama ini Distanpangan terlibat langsung dalam pemberdayaan petani di Kulonprogo. Keterlibatan itu berupa pendampingan petani mulai dari proses on farm, pengolahan, hingga pemasaran.

Distanpangan membantu peningkatan produktivitas hasil pertanian. Setelah itu petani diajak untuk tidak hanya menjual hasil tani secara langsung, melainkan diolah terlebih dahulu sehingga harga jualnya lebih tinggi. "Dan terakhir proses pemasaran yang diwujudkan dengan dibukanya Pasar Tani ini," kata Aris.

Aris mengatakan saat ini Pasar Tani baru diisi KWT dari Pengasih. Namun ia berjanji ke depan seluruh KWT di Kulonprogo akan dilibatkan dalam operasional pasar ini. Hal itu menurutnya mungkin terjadi karena potensi lahan di PHT untuk dijadikan tempat jual beli produk olahan pertanian masih sangat luas.

"Perlu diketahui luas lahan PHT itu mencapai 5,2 hektare, jadi masih sangat mungkin kita tambah KWT yang terlibat di Pasar Tani," jelasnya.

Bupati Kulonprogo Sutedjo mengatakan hadirnya Pasar Tani di komplek PHT jadi langkah awal PHT untuk dikembangkan jadi pasar pertanian terpadu. "Jadi pertanian dalam arti luas, ya tanaman pangan, hortikultura, perebunan, sampai perikanan masuk di dalam PHT," ujarnya.

Ia pun berharap langkah ini dapat menarik minat masyarakat untuk berkunjung ke PHT sehingga pendapatan pedagang di pasar tersebut bisa meningkat.