Hujan Deras di Gunungkidul Akibatkan Sejumlah Rumah Terendam

Ilustrasi - Freepik
13 Januari 2021 16:07 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—BPBD Gunungkidul mengimbau masyarkat mewaspadai ancaman bencana alam pada puncak musim hujan bulan ini. Dampak puncak musim hujan sudah mulai terlihat. Delapan rumah di Kalurahan Dadapayu, Semanu yang sempat terendam air karena derasnya air hujan, Selasa (12/1/2021) malam.

Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Edy Basuki mengatakan, sesuai dengan prediksi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) DIY, Januari adalah puncak musim hujan. Ancaman terbesar di Gunungkidul adalah tanah longsor, banjir, hingga embusan angin kencang. Saat terjadi hujan deras dengan durasi yang lama, warga yang tinggal di daerah rawan longsor harus waspada. “Kalau perlu untuk sementara mengungsi ke tempat yang lebih aman,” katanya.

Hal yang sama juga diperlukan untuk menghadapi banjir maupun angin kencan. Masyarakat bisa melakukan antisipasi dengan membersihkan lingkungan sekitar seperti memangkas dahan pohon yang sudah rindang hingga membersihkan saluran yang berpotensi mengganggu kelancaran aliran air. “

Hujan deras yang mengguyur di wilayah Semanu sejak Selasa (12/1/2021) mengakibatkan delapan rumah di Dusun Sendang, Dadapayu, Semanu, terendam air 10-15 centimeter. “Sudah dilaporkan dan juga sudah dilakukan penanganan,” kata Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Edy Basuki.

Menurut dia, genangan terjadi karena adanya intensitas hujan yang tinggi dan berlangsung dalam durasi yang lama. Akibatnya saluran-saluran air tidak mampu menampung sehingga ada rumah warga yang terendam.

Meski demikian, Edy memastikan tidak ada korban jiwa dan kondisi sekarang dapat diatasi karena air sudah mengering. “Semua aman dan warga juga sudah kerja bakti untuk membersihkan lumpur yang masuk rumah. Untuk kerugian ditaksir mencapai Rp3 juta,” katanya.