Pembatasan Hampir Berakhir, Pelanggaran Prokes di Sleman Masih Bertebaran

Sejumlah aparat di Sleman saat razia aturan pembatasan, Rabu (20/1 - 2021)/Ist
25 Januari 2021 04:17 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Jelang berakhirnya penerapan Pembatasan secara Terbatas Kegiatan Masyarakat (PTKM) pada 25 Januari ini, Tim Gabungan masih menemukan banyak pelanggaran protokol kesehatan (prokes).

Berdasarkan pantauan Harianjogja.com, Sabtu (23/1/2021) malam aktivitas kuliner dan warung makan di jalan Kaliurang dan beberapa titik lainnya di wilayah Depok, masih melayani makan di tempat. Padahal batas toleransi layanan makan di tempat hanya sampai pukul 19.00 WIB. Selain itu, penerapan protokol kesehatan di warung lesehan dan warung makan lainnya juga banyak tidak diterapkan dengan baik.

Kondisi ini senyampang dengan temuan Satgas Covid-19 dan Tim Terpadu PTKM Sleman. Tim yang beranggotakan petugas dari Satpol Pol PP, TNI/Polri, Disperindag, Dispar, Linmas Inti dan juga Denpom ini bergerak melakukan kegiatan sosialisasi dan penegakan hukum terkait PTKM.

Pada operasi yang digelar pada Sabtu (23/1/2021) malam, dari 18 titik lokasi yang dikunjungi sebanyak lima titik lokasi kerumunan terpaksa dibubarkan oleh tim. Selain melanggar ketentuan PTKM, kerumanan tersebut dinilai melanggaran protokol kesehatan. Meski begitu, tim juga menemukan pengelola kuliner dan warung makan yang mematuhi jam operasional dan protokol kesehatan.

Di Kompleks depan Stadion Maguwoharjo, misalnya, tim masih menemukan pedagang yang melayani makan di tempat sehingga menimbulkan kerumunan masa. Atas temuan itu, tim terpaksa melakukan pembubaran kerumunan. Begitu juga di Cakra Nata Food Park jalan Wahid Hasim Condongcatur.

Selain pengelola masih melayani makan di tempat melebihi jam operasional yang tercantum dalam instruksi bupati No.1/2021, tim menemukan pelanggaran Perbup No.37.1/2020 karena tidak melaksanakan protokol kesehatan jaga jarak. Kondisi yang sama juga ditemui di Warmindo Ceret Kita Condongcatur, Warung Burjo Nasi Kulit Rempah dan Angkringan Pojok Bunderan UGM.

Plt Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sleman Susmiarto mengatakan selain ke warung makan dan lesehan, Tim juga mendatangi Hallu Kitchen & Lounge. Di sini tim menemukan banyak pelanggaran. Selain masih melayani makan di tempat, di lokasi ini tim menemukan pelanggaran protokol kesehatan. "Tidak jaga jarak dan sebagian pengunjung tidak memakai masker," ujarnya, Minggu (24/1/2021).

Tidak hanya itu, saat petugas mendatangi lokasi ini lampu oleh pengelola sengaja dimatikan dan pintu ditutup. Tim bahkan menemukan penjualan minuman beralkohol tanpa izin. "Pengelola tidak dapat menunjukan ijin penjualan minuman beralkohol. Sudah diberi pembinaan dan peringatan tertulis serta berita acara pemeriksaan (BAP) terkait pelanggaran tersebut," katanya.