Update Erupsi: Merapi Luncurkan 26 Lava Pijar, 1 Kali Awan Panas

Gunung Merapi mengeluarkan lava pijar yang terlihat dari Tunggularum, Wonokerto, Turi, Sleman, DIY, Rabu (7/1/2021). - ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko
26 Januari 2021 18:57 WIB Lugas Subarkah Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-Gunung Merapi meluncurkan 26 kali guguran lava pijar, tujuh guguran dan satu awan panas pada Selasa (26/1/2021). Semua guguran tersebut mengarah ke barat daya, yakni hulu sungai Krasak dan Boyong.

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Hanik Mumaida, menjelaskan guguran lava pijar terjadi antara pukul 00.00 WIB-06.00 WIB, dengan jarak luncur maksimal 1 km.

Kemudian awan panas terjadi pukul 05.01 WIB, tercatat di seismogram dengan amplitude 25 mm dan durasi 104,08 detik. “Awan panas memiliki tinggi kolom 400 meter dengan jarak luncur 1 km,” ujarnya, Selasa (26/1/2021).

Lalu pada periode pengamatan pukul 06.00 WIB-12.00 WIB, terjadi guguran material sebanyak tujuh kali, dengan jarak luncur maksimal 700 meter. Pada aktivitas kegempaan, tercatat terjadi 46 gempa guguran, empat gempa hembusan dan enam gempa fase banyak.

Sedangkan pada pengamatan Senin (25/1/2021) selama 24 jam tercatat terjadi empat kali guguran awan panas dan 43 guguran lava pijar. Pada aktivitas kegempaan tercatat terjadi empat gempa awan panas guguran, 137 gempa guguran, 15 gempa fase banyak dan 38 gempa hembusan.

BACA JUGA: Tambah 325, Total Kasus Positif DIY Tembus 20.000

Terkait pengungsi dari sisi tenggara Gunung Merapi yang sudah mulai dipulangkan, ia mengatakan untuk saat ini di sisi tersebut sudah cukup aman. “Untuk saat ini iya [aman]. Tentu kami lihat perkembangan data ke depan,” kata dia.

Pengalihan rekomendasi bahaya ini terhitung sudah dilakukan sejak 16 Januari lalu, dimana sebelumnya rekomendasi bahaya di sejumlah wilayah di Jawa Tengah dan DIY, diantaranya Dusun Kalitengah Lor, Dusun Kaliadem dan Dusun Palemsari, yang semuanya masuk dalam Kecamatan Cangkringan.

Melihat perkembangan erupsi sejak awal Januari lalu yang menunjukkan arah guguran menuju sektor barat daya, maka potensi bahaya sejak 16 Januari berupa guguran lava dan awan panas di sektor selatan-barat daya, meliputi sungai Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng dan Putih sejauh 5 km.