KPPS Pilur Gunungkidul Dibentuk, 230 TPS Siap Digunakan
KPPS Pilur Gunungkidul telah terbentuk untuk 230 TPS di 31 kalurahan. Simak tugas KPPS dan jumlah pemilih pada Pilur 26 September 2026.
Ilustrasi/Pixabay
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Dinas Kesehatan Gunungkidul mencatat hingga minggu ketiga Januari ada tujuh warga yang terserang penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Meski jumlah kasus masih sedikit, namun masyarakat tetap diminta mewaspadai penyakit yang disebabkan oleh nyamuk aedes aegypti ini.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Dinas Kesehatan Gunungkidul, Sumitro mengatakan, data penyebaran kasus DBD di Gunungkidul ada tujuh kasus. Jumlah ini lebih sedikit dibandingkan dengan kejadian di Januari 2020 lalu yang mencapai 142 kasus.
Menurut dia, jumlah kasus pada saat sekarang belum bisa menjadi acuan adanya penurunan penyebaran di musim hujan kali ini. Oleh karenanya, masyarakat diminta tetap waspada terhadap ancaman gigitan nyamuk aedes aegyti. Pasalnya, berdasarkan data penyebaran di tahun-tahun sebelumnya, periode Januari-April menjadi bulan yang paling rawan terjadinya serangan penyakit DBD. “Tujuh kasus ini masih data sementara dan bisa bertambah,” katanya, Rabu (27/1/2021).
Disinggung mengenai adanya korban meninggal akibat serangan DBD di awal tahun ini, Sumitro mengakui belum mendapatkan laporan Kewaspadaan Dini Rumah Sakit (KDRS) dari rumah sakit atau fasilitas kesehatan lainnya. “Masih belum ada [pasien DBD meninggal dunia],” katanya.
Ditambahkan Sumitro, data serangan DBD di 2020 ada 975 kasus. Dari jumlah tersebut ada empat warga yang meninggal dunia akibat penyakit ini. “Untuk penanggulangan kami terus lakukan sosialisasi pencegahan di masyarakat,” katanya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty. Menurut dia, kewaspadaan tidak hanya menyangkut masalah penyebaran virus corona. Namun pada musim hujan ini, masyarakat juga diminta mewaspadai ancaman serangan DBD. “Penyakit ini banyak menyerang warga pada saat musim hujan, jadi harus diwaspadai,” katanya.
Dewi menungkapkan untuk pencegahan dilakukan dengan beberapa cara. Selain terus menjalankan pola hidup bersih dan sehat, masyarakat juga bisa menggalakan gerakan tiga M. Yakni, mengubur, menguras dan menutup tempat-tempat wadah air yang berpotensi menjadi sarang nyamuk untuk bertelur. “Kami juga terus berupaya melakukan gerakan pemberantasan sarang nyamuk di masyarakat. Diharapkan dengan sosialisasi secara masih, angka serangan DBD bisa ditekan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KPPS Pilur Gunungkidul telah terbentuk untuk 230 TPS di 31 kalurahan. Simak tugas KPPS dan jumlah pemilih pada Pilur 26 September 2026.
PSEL Bogor Raya menargetkan listrik 20 MW–30 MW dari 1.500 ton sampah per hari, sekaligus menangani timbunan lama TPAS Galuga.
Pemerintah menargetkan kontrak Giant Sea Wall Pantura sepanjang 575 km mulai dibagi pada awal 2027 untuk melindungi pesisir Jawa.
Penerimaan pajak ekonomi digital mencapai Rp57,23 triliun hingga Agustus 2026, dengan kontribusi terbesar berasal dari PPN PMSE.
Bandara Ahmad Yani Semarang memanfaatkan PLTS 100 kWp. Selama Januari-Juni, panel surya menghasilkan 63.800 kWh untuk kebutuhan listrik.
Batu sengaja diletakkan di rel Tulungagung hingga mengganggu dua perjalanan kereta. KAI mengingatkan ancaman pidana maksimal 15 tahun.