Lo Hengky Senjaya Menangi Lukisan 'Merapi' Karya Maestro Sidik

Sidik W Martowidjojo (kiri) menyerahkan secara simbolis lukisan 'Merapi' ke Tomon HW disaksikan Hudono. - Ist
28 Januari 2021 09:17 WIB Media Digital Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN - Program donasi 'Melukis Amal' yang diinisiasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) DIY melalui PWI DIY Peduli berkolaborasi dengan Maestro Lukis Sidik W Martowidjojo 'Pit Mabuk' dan Pemerintah Desa Wonokerto Turi Sleman, ditutup, Rabu (27/1/2021) pukul 14.30 WIB. Namun untuk lelang dua lukisan karya Maestro Sidik berjudul 'Keheningan Merapi' dan 'Pintu Surga' masih dilanjutkan.

Koordinator 'Melukis Amal', Widyo Suprayogi mengatakan, para kolektor lukisan (perorangan, instansi) masih punya kesempatan mengajukan penawaran harga untuk mendapatkan lukisan karya Maestro Sidik. Bagi yang berminat membeli, bisa menghubungi panitia, Swasto Hp.0822-2555-1761 dan Ayik Hp.0813-3554-4699.

"Nanti oleh panitia akan dihubungkan langsung ke pelukisnya (Maestro Sidik) untuk proses tawar-menawarnya," terang Widyo di sela acara pengumuman lelang lukisan di Balai Desa Wonokerto Turi Sleman, Rabu (27/1/2021). Acara disiarkan live daring melalui zoom meeting dan disaksikan khalayak.

Setelah program donasi ditutup, panitia mengundi kupon undian dengan hadiah lukisan karya Maestro Sidik berjudul 'Merapi' ukuran 50 x 70 cm on canvas, seharga Rp100 juta. Menurut Widyo, total ada 44 kupon undian. Pengundian dilakukan langsung oleh Sidik didampingi Ketua PWI DIY Hudono SH. Pemenangnya adalah Lo Hengky Senjaya. Adapun total donasi yang terkumpul sebesar Rp 22 juta.

Maestro Sidik sangat puas dengan kerja kolaborasi yang didedikasikan untuk membantu para relawan Merapi dan Covid-19 di Desa Wonokerto Turi Sleman. Menurutnya kegiatan sosial yang dilakukan secara gotong-royong ini bisa dicontoh desa-desa atau lembaga yang lain.

"Banyaknya donatur yang ikut menyumbang, membuktikan bahwa persatuan dan kesatuan kita sebagai bangsa Indonesia masih kuat, ini menjadi modal berharga bagi kita semua untuk bisa keluar dari bencana yang sedang kita hadapi saat ini," ujarnya.

Ketua PWI DIY Hudono SH mengatakan, para relawan sudah banyak berkorban (waktu, tenaga, pikiran) untuk kemanusiaan, tapi masih sangat yang peduli peduli dan memperhatikan kesejahteraannya. Program melukis amal ini momentum tepat menggugah empati dan kepedulian sosial para seniman dan pihak lain untuk lebih banyak berkiprah bagi kemaslahatan masyarakat (khususnya relawan).

Sedangkan Lurah Wonokerto Turi sekaligus pembina relawan, Tomon HW mengapresiasi Maestro Sidik yang dinilainya punya jiwa kerelawanan yang tinggi dan niat tulus membantu sesama dengan caranya sendiri (melukis). Demikian juga dengan teman-teman wartawan di PWI DIY yang telah menginisiasi program amal ini untuk membantu masyarakat (para relawan). "Semoga kerja sama ini terus berlanjut dan menginspirasi pihak-pihak lain untuk juga peduli terhadap para relawan," katanya. (*)