Fakta Baru Api Misterius Seyegan, Bukan Gas Alam tapi Material PVC
UGM memastikan api misterius di Seyegan bukan dari gas alam, melainkan terkait resin PVC yang mudah terbakar.
Ilustrasi kematian/Pixabay
Harianjogja.com, JOGJA-- Berita duka datang dari Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Jogja. Pasalnya Kasubag Humas dan Protokol Sekretaris Dewan DPRD Kota Jogja, Hari Sukmo mengembuskan napas terakhirnya pada Jumat (29/1/2021) petang karena terinfeksi Covid-19.
Informasi lelayu disampaikan oleh Ketua DPRD Kota Jogja, Danang Rudiyatmoko. Diceritakan Danang, almarhum Hari Sukmo dinyatakan meninggal dunia pada Jumat (29/1/2021) pukul 17.50 WIB. Almarhum meninggal dengan status konfirmasi positif Covid-19.
BACA JUGA: Eiger Minta Maaf, Warganet Minta Diskon Besar-besaran
"Innalilahi wa innailaihi roji\'un, telah berpulang ke Rahmatullah almarhum bapak Hari Sukmo pada hari Jumat 29 Januari 2021 pukul 17.50 WIB. Dalam kondisi positif Covid 19. Mohon doa dari seluruh Anggota DPRD kota Jogjakarta," jelasnya pada Jumat (29/1) malam.
Sehubungan dengan kejadian tersebut, selanjutnya Kantor DPRD Kota Jogja akan ditutup untuk sementara waktu guna dilakukam sterilisasi. "Kami pimpinan memutuskan utk melakukan penutupan sementara kantor DPRD Kota Jogja sampai 7 Februari 2021. Hal ini untuk menjaga sterilisasi kantor. Demikian harap maklum dan demi kesehatan kita bersama," tutur Danang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
UGM memastikan api misterius di Seyegan bukan dari gas alam, melainkan terkait resin PVC yang mudah terbakar.
Prabowo Subianto mengumpulkan jajaran Himbara di Istana Merdeka untuk membahas ekonomi nasional di tengah sorotan kebijakan BI Rate.
Obesitas tidak hanya dipengaruhi genetik. Dokter gizi menyebut gaya hidup, pola makan, dan aktivitas fisik menjadi faktor utama pengendalian berat badan.
Gibran Rakabuming meminta pembangunan Koperasi Desa Merah Putih dikaji matang agar tidak merugikan warga dan mengganggu aktivitas sekolah.
Angka kematian ibu dan bayi di Bantul hingga Mei 2026 menurun dibanding tahun lalu. Dinkes memperkuat deteksi dini dan pemantauan kehamilan berisiko.
Korban Hanania Travel mengadu ke Komisi III DPR RI. Sekitar 3.000 calon jamaah disebut mengalami kerugian dan menuntut haknya dikembalikan.