Harga Pangan Sleman Stabil, Tapi Cabai Merah Keriting Naik Tajam
Harga bahan pokok di Sleman jelang Iduladha 2026 relatif stabil. Cabai merah keriting naik 19,58%, sementara telur dan ayam justru turun.
Ilustrasi kematian/Pixabay
Harianjogja.com, JOGJA-- Berita duka datang dari Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Jogja. Pasalnya Kasubag Humas dan Protokol Sekretaris Dewan DPRD Kota Jogja, Hari Sukmo mengembuskan napas terakhirnya pada Jumat (29/1/2021) petang karena terinfeksi Covid-19.
Informasi lelayu disampaikan oleh Ketua DPRD Kota Jogja, Danang Rudiyatmoko. Diceritakan Danang, almarhum Hari Sukmo dinyatakan meninggal dunia pada Jumat (29/1/2021) pukul 17.50 WIB. Almarhum meninggal dengan status konfirmasi positif Covid-19.
BACA JUGA: Eiger Minta Maaf, Warganet Minta Diskon Besar-besaran
"Innalilahi wa innailaihi roji\'un, telah berpulang ke Rahmatullah almarhum bapak Hari Sukmo pada hari Jumat 29 Januari 2021 pukul 17.50 WIB. Dalam kondisi positif Covid 19. Mohon doa dari seluruh Anggota DPRD kota Jogjakarta," jelasnya pada Jumat (29/1) malam.
Sehubungan dengan kejadian tersebut, selanjutnya Kantor DPRD Kota Jogja akan ditutup untuk sementara waktu guna dilakukam sterilisasi. "Kami pimpinan memutuskan utk melakukan penutupan sementara kantor DPRD Kota Jogja sampai 7 Februari 2021. Hal ini untuk menjaga sterilisasi kantor. Demikian harap maklum dan demi kesehatan kita bersama," tutur Danang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Harga bahan pokok di Sleman jelang Iduladha 2026 relatif stabil. Cabai merah keriting naik 19,58%, sementara telur dan ayam justru turun.
Ketegangan di Papua Selatan uji nilai Pancasila. Proyek food estate dinilai abaikan masyarakat adat dan keberlanjutan.
Metode 30-30-30 viral diklaim bantu hidup sehat, tapi belum terbukti efektif turunkan berat badan menurut ahli.
BEM UGM resmi berubah jadi SEMA UGM, hapus Pemilwa dan dorong sistem meritokrasi dalam gerakan mahasiswa.
Karhutla di Riau capai 15.031 hektare hingga Juni 2026. BNPB dan BMKG peringatkan potensi El Nino picu kebakaran meluas.
Kasus leptospirosis di Bantul capai 123 hingga Mei 2026, enam pasien meninggal akibat terlambat ditangani.