Industri Pariwisata Jogja Didorong Kelola Sampah Secara Mandiri
Dinas Pariwisata (Dinpar) Kota Jogja mendorong pelaku industri pariwisata untuk mengelola sampah yang dihasilkan dari kegiatan usahanya secara mandiri
Kegiatan virtual Keluarga Koperasi Konsumen Griya Jati. /Ist-dok Koperasi Konsumen Griya Jati
Harianjogja.com, JOGJA- Momentum Valentine Day 2021 menjadi lebih istimewa bagi Keluarga Koperasi Konsumen Griya Jati karena bertepatan dengan perayaan ini, mereka melakukan ekspor teh, kopi, cokelat, batik dan handicraft hasil olahan dan produksi anggota kepada konsumen di Amerika Serikat.
Pada tanggal 14 Februari produk tersebut telah diterima konsumen. Dalam rangka ekspor lebih lanjut dan menjalin tali silaturahmi, pada 18 Februari 2021, pukul 07.00 WIB atau pukul 04 Waktu Amerika Serikat, dilakukan webinar, mempertemukan petani, pengolah dan produsen dengan konsumen AS serta terbuka bagi umum untuk evaluasi produk.
“Kecil tetapi pasti berkontribusi bagi target ekspor Indonesia 2021 sebesar 7,2 Milyar U$, seperti keterangan Direktur Pengembangan Ekspor Kemendag RI Marolop Naigolan pada 11 Februari 2021 melalui daring bersama FFTI/Forum Fair Trade Indonesia. Produk Griya Jati Rasa berkelas, tidak hanya berkualitas, tetapi ramah lingkungan dan mengikuti standar kesejahteraan buruh,” jelas Ketua Koperasi Griya Jati Rasa, Pengasuh Ponpes Sunan Kalijaga, Beny Susanto, dalam rilisnya, Senin (15/2/2021).
Baca juga: Libur Panjang Imlek, Pantai Glagah Dikunjungi Ratusan Wisatawan Setiap Harinya
Ia mengatakan pandemi Covid-19 bukanlah hambatan berkarya tetapi berkah dan sahabat yang telah disikapi secara positif konstruktif atas dasar spiritualitas iman muslim-kristen sebagai basis kerja Koperasi Griya Jati Rasa. Menurutnya, tidak ada yang sia-sia, selama masa pandemi sampai kenormalan baru terus bekerja, mengikuti prosedur kesehatan dan berdoa.
Hasilnya, kata dia, sangat menggembirakan. Rahmat dan berkah Tuhan Yang Maha Esa terus terbuka; teh, kopi, cokelat yang semula dijual langsung dari petani kepada pengepul ataupun perusahaan, diolah dan diproduksi secara mandiri, dikemas secara standar modern sehingga member nilai tambah dan naik kelas, bahkan diekspor. “Siapapun bisa mendapatkan produknya secara langsung di Koperasi Griya Jati Rasa, www.griyajatirasa.com atau via daring :0821360007449,” tambah Beny.
Baca juga: 125 Bidang Tanah di Purwomartani Diajukan Ganti Rugi Tol Jogja-Solo Tahap Ketiga
Di masa pandemic, ia mengimbau tetap di rumah, tak perlu berhura-hura apalagi pesta besar, dan perayaan valentine berlebihan bisa menjadi klaster akibat kerumunan. Ia menyarankan bahwa hasil kerja mengolah lingkungan, alam dan sekitar dengan standar prosedur kesehatan serta terus mendekat, berdoa kepada Allah SWT terbukti membawa kenikmatan.
Bahu membahu petani, pengolah anggota Koperasi Griya Jati Rasa dengan Pusat Studi Pembangunan dan Tranformasi Masyarakat Universitas Kristen Duta Wacana, Yayasan Griya Jati Rasa dan Ponpes Sunan Kalijaga Gesikan terbukti menghasilkan,” kata Beny yang juga A’wan Syuriah PWNU DIY.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinas Pariwisata (Dinpar) Kota Jogja mendorong pelaku industri pariwisata untuk mengelola sampah yang dihasilkan dari kegiatan usahanya secara mandiri
BGN meminta makanan MBG yang tidak layak tidak dikonsumsi dan segera dikembalikan ke SPPG untuk diperiksa dan diinvestigasi.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 13 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Jogja. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
BGN membuka kanal khusus bagi guru untuk melaporkan keluhan, temuan, dan pengaduan terkait pelaksanaan Program MBG di sekolah.
Sebanyak 212 orang berhasil dievakuasi dari kebakaran KMP Putri Yasmin di Selat Lombok. SAR melanjutkan pencarian pada Kamis.
Heatstroke dapat mengancam nyawa saat cuaca panas. Kenali gejala, pertolongan pertama, dan kelompok yang lebih rentan mengalaminya.