Libur Panjang Imlek, Pantai Glagah Dikunjungi Ratusan Wisatawan Setiap Harinya

Kondisi Pantai Glagah, Kapanewon Temon, Kulonprogo, Minggu (14/2/2021). - ist/SRI Wilayah V Kulonprogo
15 Februari 2021 07:17 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO-- Kunjungan wisata di Pantai Glagah, Kapanewon Temon, Kabupaten Kulonprogo, selama libur Imlek 2021 yang bertepatan dengan akhir pekan, meningkat tetapi tak terlalu signifikan.

Berdasarkan data pengelola Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) Pantai Glagah, total kunjungan selama empat hari terkahir terhitung dari Kamis-Minggu (11-14/2/2021) mencapai 3.981 orang.

Dari jumlah itu, paling tinggi pada Minggu yang hingga pukul 12.00 WIB tercatat 1.743 kunjungan. Sedangkan terendah di Kamis sekitar 423 kunjungan. Adapun pada hari H Imlek, Jumat kunjungan wisatawan mencapai 1.008 orang. Sementara pada Sabtu kemarin berkisar 807 orang.

Baca juga: Kisah Gus Miftah Pernah Ditodong Senjata saat Salat di Sarkem Jogja

Menurut petugas TPR Pantai Glagah, Agus Subiyanto mayoritas wisatawan yang datang berasal dari DIY. "Kebanyakan lokal DIY, ada juga yang luar daerah tapi lebih sedikit," kata Agus kepada Harian Jogja, Minggu siang.

Meski terjadi kenaikan selama empat hari terakhir, jumlah kunjungan di Pantai Glagah itu sejatinya lebih sedikit dari biasanya. Sebelum pandemi Covid-19 melanda, total kunjungan setiap akhir pekan maupun libur hari besar keagamaan dan sejenisnya bisa menyentuh 3.000 orang per hari.

Sementara itu, berdasarkan pemantauan Satlinmas Rescue Istimewa (SRI) Wilayah V Kulonprogo, destinasi wisata Pantai Glagah, pada Minggu ini memang cukup ramai. Kebanyakan wisatawan terpusat di sekitar pemecah ombak dan bibir pantai. "Memang cukup banyak hari ini," kata Koordinator SRI Wilayah V Kulonprogo, Aris Widiatmoko.

Baca juga: Pemerintah Klaim Potensi RT Masuk Zona Merah di Gunungkidul Sangat Kecil

Aris menjelaskan personel telah diterjunkan untuk mengawasi keselamatan wisatawan utamanya yang berada di bibir pantai. Petugas, lanjutnya, juga memantau pelaksanaan protokol kesehatan (prokes) di sana.

Sejauh ini kata Aris, penerapan prokes di Glagah sudah cukup baik. Namun diakuinya masih ada wisatawan yang melanggar aturan tersebut, seperti berkerumun dan tidak memakai masker. Terhadap pelanggar, petugas memberi teguran dan meminta yang bersangkutan mematuhi prokes.