TBY Mulai Menggeliat di Tengah Pandemi Covid-19

Pameran Derap yang digelar di Ruang Galeri TBY, Kota Jogja, Selasa (24/2/2021). - Harian Jogja
25 Februari 2021 16:17 WIB Media Digital Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Taman Budaya Yogyakarta (TBY) yang sempat sepi imbas pandemi Covid-19 kini mulai dilirik oleh para penyelenggara kegiatan seni di DIY. Dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat, perlahan namun pasti TBY kembali jadi pilihan masyarakat yang hendak menghelat pameran maupun pentas seni.

Salah satunya bisa dilihat dari penyelenggaraan Pameran Seni Rupa bertajuk Derap yang digelar di Ruang Pameran TBY pada 20-26 Februari 2021. Pameran ini menampilkan 100 lebih lukisan karya 10 seniman lukis, di antaranya Totok Buchori, Watie Respati, Firdhaus Mustafa, Lully Tutus hingga Johnny Gustaaf.

Johnny Gustaaf, peserta sekaligus panitia acara Pameran Derap mengatakan tujuan utama penyelenggaraan acara ini adalah untuk menunjukkan ke masyarakat bahwa kegiatan seni khususnya seni rupa masih eksis meski di tengah pandemi Covid-19.

"Kegiatan ini juga sebenarnya memang rutin setiap tahun, karena kita selaku seniman biasanya setahun sekali memunculkan karya baru dengan cara memamerkan seperti ini, hanya saja tahun lalu belum bisa karena terhalang pandemi," kata Johnny kepada Harian Jogja di TBY, Selasa (23/2/2021).

Johnny menjelaskan pihaknya sudah memboking TBY untuk kegiatan pameran sejak Desember 2020 lalu. Namun karena pandemi, pameran terpaksa diundur.

"Sebenarnya sudah booking setahun lalu, tapi yang jadi halangan itu kita harus ke gugus tugas agar dapat izin keramaian dan sebagainya. Namun ini gak jadi masalah sih, tetap kita jalani," ucapnya.

Dalam penyelenggaraan Derap, panitia telah mengikuti protokol kesehatan yang ketat. Pengunjung wajib mengenakan masker dan dicek suhu tubuhnya sebelum memasuki ruang pameran. Selain itu juga tidak diperkenankan berkerumun.

Protokol Kesehatan Ketat

Kepala TBY Diah Tutuko Suryandaru mengatakan memasuki 2021 TBY mulai kembali jadi pilihan lokasi bagi masyarakat yang hendak menyelenggarakan kegiatan seni seperti Pameran Derap. Hal itu tidak jadi persoalan selama pihak penyelenggara punya komitmen untuk mematuhi protokol kesehatan.

"Kami mempersilahkan masyarakat untuk menggunakan TBY, tapi harus ada izin dulu dan tentunya kegiatan itu wajib menerapkan protokol kesehatan," kata Diah.

Sejak pandemi Covid-19 melanda, TBY telah memperketat aturan mengenai izin kegiatan. Setiap acara yang dihelat di TBY sebelumnya harus memenuhi sejumlah persyaratan yang ditentukan oleh pengelola, selain syarat administrasi juga syarat terkait protokol kesehatan. Hal ini dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19.

"Pada prinsipnya kami terbuka untuk seluruh kegiatan, bahkan kemarin area-area kosong di TBY jadi tempat latihan teater, sempat juga jadi tempat syuting pantomim, itu boleh kok selama izin dulu dan tentunya prokes dijalankan," ujar Diah.

Bagi masyarakat yang berminat menggelar kegiatan di TBY, dapat melakukan pemesanan gedung melalui website resmi TBY, https://tby.jogjaprov.go.id. Adapun gedung yang disediakan di TBY meliputi Concert Hall, Gedung Kesenian Societet Militair, Amphiteater, Panggun Terbuka, Ruang Seminar dan Ruang Pameran.

Selama 2021, tercatat sudah ada kegiatan yang telah dan akan digelar di TBY. Antara lain Andrawinart Exhibition pada Januari, Derap pada Februari dan Penghargaan Seniman dan Budayawan, pada Maret mendatang.

Masyarakat juga dapat mengakses area di TBY sebagai tempat berlatih kesenian. Sejauh ini sudah ada dua kelompok seni teater yang menggunakan TBY sebagai lokasi latihan, yakni Jam Malam Yogyakarta dan Tetaer Bocah Jogja. (ADV)