3 Bupati Dilantik, Ini Saran Pakar UGM Terkait Prioritas Program

Proses pelantikan bupati dan wabup oleh Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X, di Bangsal Kepatihan Jogja, Jumat (26/2/2021). - Ist/Humas Pemda DIY.
27 Februari 2021 07:27 WIB Jalu Rahman Dewantara Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Pakar politik Universitas Gadjah Mada (UGM) Wawan Mas'udi, mengatakan tugas pertama yang perlu dilakukan kepala daerah terlantik adalah membuat short term program atau program jangka pendek terkait penanganan pandemi Covid-19. Hal ini dinilai sangat penting karena sebagai upaya mempercepat pemulihan kondisi kesehatan, sosial dan ekonomi masyarakat yang terpuruk imbas wabah tersebut.

"Short term program itu menjadi sangat penting bagi kepala daerah yang sudah dilantik hari ini, termasuk dalam konteks Jogja. Shorterm program itu tentu jika dikaitkan dengan beberapa aspek, pertama dalam konteks kita kaya masyarakat Jogja dan Solo termasuk daerah-daerah yang masih sangat problematik dalam penanganan Covid-19. Saya kira itu jadi prioritas pertama," ujarnya, Jumat (27/2/2021).

BACA JUGA : Jelang Pelantikan Bupati, Halim-Joko Tak Ada Persiapan Khusus

Terkait program jangka pendek itu, penting bagi kepala daerah yang baru dilantik untuk mengindentifikasi kelompok-kelompok mana yang secara riil terdampak dan mengalami kesulitan imbas pandemi. Kemudian segera melakukan refocusing anggaran daerah untuk membuat program-program penanganan dampak wabah, yang efektif dan tepat sasaran.

Di samping itu kepala daerah yang baru juga harus bisa memastikan program distribusi vaksin terlaksana dengan baik. Jangan sampai pemberian vaksin tidak tepat sasaran.

"Karena di banyak daerah, kemarin itu kebocorannya cukup besar lho, sampai lima persen. Dalam arti [vaksin] diberikan kepada yang belum berhak menerima," ucapnya.

Menurut wawan tidak ada yang lebih mendesak untuk situasi sekarang bagi kepala daerah di manapun termasuk di DIY kecuali mengambil kebijakan yang bisa menangani situasi ini. "Apalagi kiprah kepala daerah sudah ditunggu oleh masyarakat yang kemarin juga ikut pemilu, tentunya ada harapan baru terkait hal ini [penanganan pendemi]," ujarnya.

BACA JUGA : Pelantikan Bupati & Wabup Terpilih Mundur, Ini Respons Joko

Setelah program penanganan Covid-19 bisa berjalan dengan baik, selanjutnya kepala daerah yang baru punya tugas menyelesaikan pekerjaan rumah pemimpin terdahulu. Dalam hal ini, persoalan setiap daerah berbeda-beda.

Di Sleman misalnya, Wawan menyoroti pelbagai persoalan mulai dari gap ekonomi hingga komodifikasi lahan yang tinggi. Sementara di Gunungkidul, bupati terpilih harus mampu menuntaskan persoalan tahunan yakni kekeringan. Sedangkan untuk Bantul persoalan umum yang dihadapi adalah kemiskinan seperti kabupaten dan kota lain di DIY. Karena itu perlu ada kreativitas dan inovasi baru agar masalah itu bisa segera teratas.