Top 7 News Harianjogja.com Rabu 13 September 2023
Selamat pagi, semangat menjalani hari. Izin kirim kabar dari Bumi Mataram Ngayogyakarta Hadiningrat, heritage-nya Indonesia, rumahnya start up.
Hujan es di Ngemplak, Sleman./Harian Jogja-Bernadheta Dian Saraswati
Harianjogja.com, SLEMAN-Hujan es mengguyur sebagian wilayah Kabupaten Sleman, Sabtu (27/2/2021) sore. Peristiwa tersebut mengakibatkan sejumlah kerusakan.
Salah satu warga Banjarharjo, Bimomartani, Ngemplak, Sleman, Christiana Ena, 53, menuturkan hujan es terjadi sekitar pukul 16.30 WIB.
"Sejak pagi tadi itu panas terik. Mulai jam tiga sore [15.00 WIB] mendung. Jam empat [16.00 WIB] hujan deras pakai angin dan diikuti hujan es," katanya, Sabtu.
Ia mengaku baru pertama kali merasakan hujan es. Es yang berjatuhan kira-kira seukuran kelereng.
"Saking gedenya [es], sampai genting rumah orang tua saya bolong dan bikin trocoh [bocor]," tuturnya.
Sementara, warga lain di lokasi yang sama, Radik, harus mengalami kerugian materiil karena atap rumahnya yang terbuat dari asbes terbang terbawa angin.
Kondisi yang sama juga dialami Hanang Tri Nugroho warga Purwobinangun, Bimomartani, Ngemplak, Sleman. Atap rumahnya bocor karena tertimpa hujan es.
Hujan es juga dialami warga di Kapanewon Cangkringan. Versiana, 31, warga Kebur, Cangkringan mengatakan hujan es yang disertai angin kencang membuat es berjatuhan hingga teras rumahnya.
"Ini [esnya] sampai diambilin anak-anak saya," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Selamat pagi, semangat menjalani hari. Izin kirim kabar dari Bumi Mataram Ngayogyakarta Hadiningrat, heritage-nya Indonesia, rumahnya start up.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.
DPRD DIY memastikan tidak ada pemberhentian guru non-ASN. Penugasan diperpanjang hingga 2026, kesejahteraan tetap dijaga.
Jumlah menara telekomunikasi di Bantul capai 300 unit. Diskominfo sebut minat investasi mulai menurun seiring kebutuhan yang tercukupi.
X batasi unggahan hanya 50 per hari untuk akun gratis. Kebijakan ini dorong pengguna beralih ke layanan berbayar.