Dampak Jalan Tol, BPD DIY Gelar Diskusi Prospek Bisnis Industri dan UMKM

Diskusi prospek bisnis UMKM da industri/Ist
04 Maret 2021 18:57 WIB Media Digital Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA–Bank BPD DIY menjalankan fungsi agen pembangunan yang fokus mengembangkan sektor UMKM, mendorong pertumbuhan perekonomian dan menjaga lingkungan.

Bank BPD DIY sebagai agen pembangunan berkomitmen untuk meningkatkan perekonomian dan ikut serta dalam pengentasan kemiskinan, melalui pemberdayaan masyarakat, serta pemberdayaan ekonomi daerah melalui berbagai program, produk serta layanan perbankan.

Bank BPD DIY telah melakukan kesepakatan kerja sama dengan PT Jogjasolo Marga Makmur selaku kontraktor yang akan melakukan pembangunan infrastruktur Jalan Tol Jogja – Solo untuk bersinergi dengan rekan-rekan KADIN DIY selaku asosiasi yang mengampu para pengusaha di DIY untuk dapat secara bersama-sama menangkap peluang serta memajukan industry yang akan menjadi multiplier effect terhadap pembangunan Jalan Tol Jogja – Solo ini.

Direktur Pemasaran PT Bank BPD DIY, R Agus Trimurjanto mengatakan rekan-rekan dari KADIN DIY dapat mendukung Bank BPD DIY untuk mewujudkan Industri dan UMKM di DIY menjadi semakin baik.

“Menghadapi persaingan global yang semakin kuat, kita seyogyanya dapat berkolaborasi dan tidak berjalan sendiri-sendiri. Kolaborasi dengan berbagai institusi juga telah kami inisiasi, seperti pada saat ini kami juga telah bersinergi dengan beberapa perusahaan asuransi baik BUMN maupun Swasta nasional yang akan mendukung produk dan layanan dari Bank BPD DIY kepada para nasabah, harapannya adalah agar nasabah semakin aman dan nyaman bertransaksi di Bank BPD DIY.” tuturnya.

Ia menambahkan bahwa potensi-potensi seperti pembangunan infrastruktur seperti pembangunan akses jalan tol, dan pembangunan infrastruktur lain di DIY bisa kita olah menjadi kesempatan emas dalam upaya menumbuhkan kredit/pembiayaan sektor konstruksi, yang pada akhirnya juga akan memberikan multiplier effect terhadap pertumbuhan disektor UMKM.

Sementara itu Wakil Ketua KADIN, Wawan Hermawan juga mengungkapkan harapanya untuk dapat bekerja sama dengan Bank BPD DIY dan PT JMM dalam proyek pembangunan tol Jogja – Solo.
“Dibentuk jogja incorporate dengan tujuan supaya pengusaha jogja tidak menjadi penonton bisa berkontribusi, dalam setiap projek yang ada di DIY.

Harapan kami kedepan KADIN tidak hanya supply beberapa material projek tol Jogja – Solo tapi kita mempunyai porsi lebih dalam menjalankan projek untuk Jogja – Solo tentunya dengan kualifikasi sesuai dengan syarat JMM. Pengusaha di Jogja baik di Kota atau di Kabupaten sudah mumpuni didukung dengan bantuan dari Bank BPD DIY”, ungkap Wawan.

Pada kondisi pandemi covid-19 saat ini, pencapaian Bank BPD DIY pada tahun 2020 Total Asset mencapai Rp14.707 triliun, Dana Pihak Ketiga sebesar Rp11.894 triliun, Kredit & Pembiayaan sebesar Rp8.883 triliun dengan komposisi 45% adalah produktif, dan tentunya sebesar 60% nya adalah Sektor UMKM sebagai wujud keberpihakan kepada sektor ekonomi mikro kecil dan menengah yang merupakan tulang punggung dan penopang pembangunan daerah khususnya DIY.

Sebagai sarana untuk berdiskusi mengenai prospek bisnis industri dan UMKM dari pembangunan jalan tol Jogja Solo, Bank BPD DIY menggelar audiensi Prospek Bisnis Industri dan UMKM Pembangunan Jalan Tol Jogja – Solo di Pendopo Royal Ambarukmo.

Acara ini dihadiri oleh Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) DIY, Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) DIY, General Manager PT Jogjasolo Marga Makmur, Pemimpin Asuransi Askrindo, Askrida dan pemimpin Kadin dari masing-masing Kabupaten/Kota. Pemaparan diskusi diberikan oleh General Manager PT Jogjasolo Marga Makmur, Ahmad Izzi dan Pemimpin Divisi Perkreditan Bank BPD DIY, Nur Iswantoro. (*)