Proyek Jembatan Kewek Dimulai, Target Rampung Akhir 2026
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Ilustrasi pedagang beras/JIBI-Solopos-Sunaryo Haryo Bayu
Harianjogja.com, SLEMAN-Kebijakan impor beras pemerintah pusat disayangkan banyak kalangan, tak terkecuali petani di Sleman. Pasalnya bulan Maret yang merupakan musim panen raya, akan membuat permintaan beras dari petani lokal turun drastis juka pemerintah melempar beras impor ke pasar.
Ketua Gabungan Kelompok Tani (gapoktan) Sidomulyo, Godeyan, Jumedi, menjelaskan saat ini produksi gabah dari petani Sleman sedang melimpah, sehingga tidak perlu impor beras. “Kalau bisa pemerintah membeli hasil produksi petani,” ujarnya, Kamis (18/3/2021).
Ia mengungkapkan saat ini DIY produksi gabahnya surplus. Jika pemerintah mengimpor beras, berdasarkan analisanya, meski tidak akan menurunkan harga, namun akan menurunkan permintaan. “Kalau [harga] turun tidak, tapi permintaannya jadi tidak banyak,” katanya.
Dengan tidak banyaknya permintaan, beras dari petani lokal tidak akan laku. Padahal, petani di Sleman kata dia, semuanya menggantungkan hidup pada budidaya padi, sehingga kebijakan impor beras ini dikhawatirkan akan berpengaruh pada kesejahteraan petani.
BACA JUGA: Susah Tidur? 3 Bahan Herbal Ini Bantu Tidurmu Menjadi Nyenyak
Gapoktan Sidomulyo memiliki lahan produksi padi seluas 137 hektar, dengan kemampuan produksi 6 ton per hektar dalam sekali panen. Pada musim panen kali ini sampai dengan Maret, setidaknya 100 hektar lahan telah dipanen. “Penjualan ada yang ke Kalimantan, Jakarta, Surabaya, Bekasi, ASN [Aparatur Sipil Negara] pegawai Sleman,” ungkapnya.
Adapun harga gabah kering panen saat ini Rp4.300/kg. dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya, harga ini di tingkat Gapoktan cenderung stabil. Ia juga menambahkan beras hasil produksi Sleman memiliki keunggulan gurih, bersih dan tanpa pengawet atau pemutih kimia.
Senada dengan Jumedi, Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Sleman, Heru Saptono, juga menyayangkan langkah pemerintah pusat untuk mengimpor beras. Pasalnya pada 2020 Sleman mengalami surplus beras sebesar 60.000 ton dan pada Maret 2021 ini surplus 2.000 ton.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Dekranasda Daerah Istimewa Yogyakarta mendorong industri kecil dan menengah (IKM) kerajinan terus berinovasi agar mampu memperluas pasar hingga mancanegara
Jadwal DAMRI dari YIA Rabu 16 September 2026 tersedia ke lima tujuan. Tarif promo YIA-Jogja Rp50.000 berlaku hingga September.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 16 September 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur. Simak jadwal tiap stasiun hingga Jogja.
Jadwal SIM Sleman Rabu 16 September 2026 tersedia di STP AMPTA. Simak jadwal Satpas, MPP, SIM Keliling Malam dan Simmade.
DPAD) DIY bersama DPRD DIY terus menggalakkan budaya literasi sekaligus memberikan edukasi sosial kepada masyarakat mengenai bahaya judi online (judol)