Persoalan Banjir SD Timbulharjo Belum Tertangani

Kondisi SD Timbulharjo, Sewon saat banjir. - Ist.
23 Maret 2021 08:37 WIB Catur Dwi Janati Bantul Share :

Harianjogja.com, SEWON - Banjir yang hampir selalu terjadi saat musim hujan di SD Timbulharjo, masih juga belum tertangani. Pekan lalu, intensitas hujan yang cukup panjang membuat sekolah yang terletak di Simpang Tembi tersebut kembali kebanjiran.

Guru SD Timbulharjo, Muhammad Fauzi mengeluhkan banjir yang terus berulang setiap tahunnya saat musim hujan kembali terjadi melanda sekolah. Jika tidak WFH, guru dan murid harus menyeberangi genangan yang sampai membanjiri halaman sekolah. "Itu kalau ada hujan, setiap hujan pasti banjir," tuturnya Senin (22/3).

BACA JUGA : Puluhan Lokasi di Bantul Rawan Banjir dan Longsor ...

Ditekankan Fauzi, bila pembelajaran dilakukan tatap muka, banjir cukup mengganggu proses belajar mengajar. "Kalau misalnya tidak WFH mengganggu aktivitas belajar mengajar. Pak guru bu gurunya semuanya menyaberang dan muridnya semua menyaberang," ujarnya.

"Sampai airnya tinggi, bahkan kalau pas hujan deras itu juga mengenangnya sampai halaman sekolah itu. Sehingga sekolah seperti danau. Atas keprihatinan itu juga atas nama masyarakat juga prihatin, karena jalannya itu setiap hujan pasti tergenang. Sehingga orang pas lewat selatan jalan SD Timbulharjo pasti kesulitan, karena airnya menggenang melimpah sampai di halaman sekolah," imbuhnya.

Menurut Fauzi banjir di SD Timbulharjo telah terjadi sejak lama. Namun hingga kini belum ada penanganan. "Sejak awal saya di SD ini tahun 2010 sudah banjir. Karena melihat kondisi seperti ini, saya berusaha mengatasi, minimal mengurangi. Sampai saat ini apabila terjadi hujan masih banjir," ujarnya.

BACA JUGA : Banjir di Bantul Parah, Hampir Mirip Efek Badai Cempaka 

Kendati ada isu refocusing anggaran Fauzi berharap ada tindakan darurat sementara untuk mengatasi permasalahan akut ini. "Sebetulnya itu sudah masuk penanganan dan sudah daftar, cuma karena ada refocusing biaya di DPU Bantul akhrinya kena dampak. Harapannya ada tindakan sementara mungkin bisa dilaksanakan dipenataan ulang anggaran di pertengahan tahun," tandasnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Bantul, Bobot Ariffiaidin menegaskan sebenarnya pembangunan drainase di dekat SD Timbulharjo sudah masuk perencanaan tahun ini. Namun besar kemungkinan bisa terkena refocusing. "Sudah masuk tahun ini, tapi kelihatannya di-refocusing," katanya.