Puluhan Lokasi di Bantul Rawan Banjir dan Longsor

Ilustrasi. - Solopos/Sunaryo Haryo Bayu
18 Februari 2021 22:07 WIB Catur Dwi Janati Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL- Puluhan titik di Kabupaten Bantul masuk dalam lokasi rawan banjir dan longsor. Untuk antisipasi terjadinya bencana di lokasi-lokasi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul intensifkan komunikasi dengan sejumlah posko di daerah rawan.

Kepala Pelaksana BPBD Bantul, Dwi Daryanto menyebutkan saat ini terdapat 20 posko siaga desa yang didirikan di titik-titik rawan bencana banjir dan longsor. Titik rawan banjir yang dimaksud Dwi tersebar di Bantul meliputi Tirtonirmolo, Bambamglipuro, Segoroyoso dan beberapa titik lain. "Titik-titik tersebut rawan banjir dan harus kita waspadai," ujarnya pada Kamis (18/2/2021).

Posko siaga desa juga ditempatkan di sejumlah rawan longsor seperti Srimartani, Sitimulyo, Srimulyo, Muntuk, Mangunan, Wukirsari dan beberapa lokasi lainnya. Dwi menerangkan jika penyebab terjadinya banjir di Bantul karena curah hujan yang durasinya cukup panjang dan merata. "Kedua dimungkinkan juga karena terjadi pendangkalam sungai, sehingga kalau daya tampung sungai dengan curah hujan yang panjang tidak mampu otomatis air melimpahnya keluar sungai," jelasnya.

BACA JUGA: Ada Subsidi untuk 380.000 Rumah, Ini Syarat Mendapatkannya

"Kalau daya tampung sungai mampu untuk menampung curah hujan kalau pun terjadi hujan seperti itu [durasi panjang] relatif aman. Tapi dimungkinkan beberapa tempat terjadi sedimentasi pendangkalan sehingga menyebabkan air itu melimpah keluar dari wilayah sungai," imbuh Dwi.

Tak dipingkiri Dwi, letak Bantul yang berada paling hilir di DIY harus membuat Bantul harus ekstra dalam antisipasi potensi bencana banjir. Pasalnya aliran air dari beberapa wilayah akan melintasi dan bermuara di Bantul. "Oleh sebab itu persiapan kami, sejak memasuki musim penghujan kami sudah mempersiapkan pos desa untuk menghadapi situasi terkini menghadapi cuaca ekstrem seperti ini. Ini masih terus berjalan, komunikasinya baik melalui HT maupun WA terus terinformasikan ke posko siaga desa," tandasnya.

Dari segi logistik, Dwi telah menyiapkan beragam logistik guna hadapi kemungkinan terjadinya bencana. "Logistik kita sudah siap terkait mana kala terjadi hal-hal yang diperlukan. Sarana dan prasarana kan tidak hanya dari BPBD, tentunya dari semua OPD, baik itu TNI, Polri, DLH, PU, semuanya sudah stanby untuk antisipasi bencana banjir di Kabupaten Bantul," terangnya.