Bos Summarecon Diduga Beri Rp1,5 Miliar untuk Urus SHGB
KPK mengungkap dugaan pemberian Rp1,5 miliar dari Bos Summarecon untuk pembukaan blokir dan pemecahan SHGB di Kabupaten Bogor.
Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja tidak akan mewajibkan mahasiswa yang datang ke kota ini untuk kuliah tatap muka membawa bukti divaksinasi.
“Itu kan kebijakan provinsi, kebijakan nasional, mangga aja [kalau mensyaratkan vaksin untuk mahasiswa],” kata Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti di Restoran Six Senses, Jogja, pada Jumat (26/3/2021).
BACA JUGA: Catat! Mudik Lebaran 2021 Resmi Dilarang
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Sleman mensyaratkan bukti vaksin bagi mahasiswa dan mahasiswi, terutama yang akan mengikuti proses pembelajaran tatap muka di wilayahnya. Menurut Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo, keharusan membawa bukti kartu vaksin lantaran dosen-dosen di pergurunan tinggi sudah diberi vaksin sehingga mahasiswanya juga harus sudah divaksin.
Dengan begitu, harapnya tidak terjadi lagi penyebaran Covid-19.
"Nanti kami instruksikan, mahasiswa yang datang ke Sleman harus membawa bukti sudah divaksin dan tetap menerapkan protokol kesehatan," kata Kustini saat jumpa pers di Pemkab Sleman, Kamis (25/3/2021).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KPK mengungkap dugaan pemberian Rp1,5 miliar dari Bos Summarecon untuk pembukaan blokir dan pemecahan SHGB di Kabupaten Bogor.
Jadwal KRL Solo-Jogja dari Palur pada Selasa 22 September 2026 tersedia mulai 05.00 WIB. Simak jadwal lengkap di tiap stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Selasa 22 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal tiap stasiun dan tarif flat Rp8.000.
Propam Polresta Jogja menetapkan Aipda S sebagai terduga pelanggar kasus Alkid dan mengamankannya di Patsus untuk pemeriksaan.
Nusantara Explorer segera hadir sebagai kereta wisata KAI. Simak fasilitas, kapasitas, progres kesiapan, dan gambaran harga tiketnya.
Influenza tipe A belum ditemukan di Jogja. Hasto meminta puskesmas memperkuat skrining dan rujukan pasien bergejala berkepanjangan.