Gavin Lee Tahu Timnas Indonesia Lebih Kuat, Singapura Tak Gentar
Pelatih Singapura Gavin Lee menyadari Timnas Indonesia lebih kuat di FIFA ASEAN Cup 2026. Singapura siap menghadapi tantangan di GBK.
Ilustrasi birokrasi./JIBI
Harianjogja.com, BANTUL- Wacana pemecahan Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Bantul pada pembentukan Susunan Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) baru semakin menguat. Hal ini menyusul beban kerja BKAD yang dinilai berat selama ini.
Ketua Komisi A DPRD Bantul Agus Salim mengatakan sudah saatnya BKAD dipecah. Sebab, BKAD selama ini dinilai memiliki beban berat. Selain mengurusi aset, BKAD juga harus mengejar pendapatan daerah.
"Dengan beban berat tersebut, sudah saatnya BKAD dipisah. Bagian keuangan bisa disendirikan agar bisa maksimal dalam upaya untuk meraih pendapatan," kata Agus, Selasa (30/3/2021).
Meski demikian, Agus mengakui pemisahan BKAD dan pembentukan SOTK sejatinya merupakan kewenangan dari Pemkab Bantul. Hingga kini, Agus menyatakan belum mendapatkan kejelasan terkait penyusunan SOTK yang baru.
BACA JUGA: Info Stok Darah di DIY, Selasa 30 Maret 2021
"Ya, kita tunggu saja. Karena nantinya pasti akan dibahas bersama. Apalagi ini masuk dalam prolegda," kata Agus.
Kepala BKAD Bantul Trisna Manurung mengatakan dirinya tidak bisa berkomentar banyak terkait pemisahan BKAD.
Sebab, apapun nanti, dirinya siap untuk melaksanakan keputusan dari eksekutif dan legislatif . Termasuk jika nantinya, BKAD dipisah.
"Ya, kalau saya ngikut saja nanti," terang Trisna.
Kendati demikian, Trisna mengakui jika ada wacana jika BKAD akan dipecah menjadi dua. Bagian Keuangan kemungkinan akan menjadi Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) yang fokus mengurusi pendapatan daerah. Sedangkan aset akan berdiri terpisah.
Namun, wacana ini masih diwarnai pro dan kontra. Salah satu alasan, kenapa Bagian Keuangan akan menjadi Dispenda, kata Trisna adalah didasarkan pada beban kinerja dari BKAD.
"Selama ini kami memang mengurusi aset, sedangkan di sisi lain, kami mengurusi penataan keuangan termasuk penyusunan APBD," ucap Trisna.
Oleh karena itu, lanjut Trisna, agar fokus kinerja khususnya untuk mendongkrak pendapatan mampu tercapai, sejatinya sudah saatnya bagian keuangan dipisah.
Sebab, dengan beban kerja BKAD saat ini, maka upaya untuk meraih pendapatan maksimal sulit terealisasi.
"Tapi kalau dipindah, ada di Dispenda, ya, pendapatannya daerah harus naik. Jangan jadi semacam BKAD," ucap Trisna.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pelatih Singapura Gavin Lee menyadari Timnas Indonesia lebih kuat di FIFA ASEAN Cup 2026. Singapura siap menghadapi tantangan di GBK.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Rabu 23 September 2026 tersedia 10 perjalanan, lengkap dengan jam keberangkatan kedua arah.
Jadwal KA Bandara YIA Rabu 23 September 2026 tersedia 24 perjalanan YIA-Tugu dan sebaliknya, mulai dini hari hingga malam.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 23 September 2026 lengkap dengan 15 perjalanan, waktu keberangkatan, stasiun, dan tarif Rp8.000.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 23 September 2026 dari Palur menuju Jogja lengkap dengan waktu keberangkatan di setiap stasiun.
Dana pendidikan gratis Rp93,7 triliun masih berupa hitungan awal. Mendiktisaintek akan membahasnya bersama Kemenkeu dan Danantara.