Mulai 1 April, Penumpang Pesawat Bisa Tes GeNose di YIA Kulonprogo

Simulasi GeNose C-19 di Bandara Internasional Yogyakarta (YIA), Kamis (18/3/2021). - Harian Jogja/ Hafit Yudi Suprobo
30 Maret 2021 13:57 WIB Hafit Yudi Suprobo Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO--Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) mulai 1 April melayani screening Covid-19 melalui GeNose, sebagai syarat calon penumpang melakukan perjalanan udara per tanggal 1 April 2021 mendatang. Sebelumnya, Angkasa Pura I juga sudah melakukan simulasi penggunaan GeNose bagi karyawan internal bandara YIA pada 18 Maret 2021 lalu.

Pelaksana Tugas Sementara General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Yogyakarta Agus Pandu Purnama mengatakan penerapan pemeriksaan melalui GeNose berdasarkan diterbitkannya Surat Edaran (SE) Nomor 12 Tahun 2021 tentang Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri dalam Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) oleh Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19. Edaran yang ditandatangani Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Doni Monardo pada tanggal 26 Maret ini berlaku mulai tanggal 1 April 2021.

Latar belakang diterbitkannya SE ini adalah, diperlukannya ketentuan yang mengatur perjalanan orang dalam negeri dalam masa pandemi untuk mencegah dan memutus rantai penyebaran COVID-19 yang terus berpotensi meningkat melalui mobilitas manusia atau perjalanan orang.

"Sesuai dengan surat edaran dari satgas Covid-19 nomor 12 tahun 2021 terkait dengan syarat-syarat calon penumpang yang melakukan perjalanan melalui udara. Salah satunya bisa menggunakan GeNose C19 yang masa berlakunya selama 2 kali 24 jam," ujar Agus Pandu saat dikonfirmasi pada Selasa (30/3/2021).

Lebih lanjut, Bandara YIA juga sebelumnya sudah melakukan langkah antisipatif sebelum pelaksanaan pemeriksaan GeNose di Bandara YIA per tanggal 1 April 2021. Angkasa Pura I sudah melakukan simulasi penggunaan GeNose bagi karyawan internal bandara YIA pada 18 Maret 2021 lalu dan 15 bandara di bawah AP I yang dilakukan secara bertahap.

Simulasi ini merupakan tahap persiapan yang dilakukan operator bandara sebelum nantinya diputuskan mengenai kelayakan implementasi GeNose C-19 sebagai salah satu alat deteksi Covid-19 di bandara oleh regulator terkait di sektor transportasi udara

"Kami dari pihak Bandara YIA sudah melakukan langkah-langkah antisipatif terkait pelaksanaan penggunaan GeNose. Tanggal 18 Maret sudah melakukan simulasi dan berjalan dengan lancar. Pada 1 April pemeriksaan melalui GeNose untuk seluruh penumpang yang menggunakan Bandara YIA mulai diterapkan," ujar Agus Pandu.

Ketika disinggung mengenai mengenai harga, Agus Pandu menyatakan regulasi dari pemerintah pusat dalam hal ini Kemenhub belum memutuskan tarif resmi GeNose yang diterapkan di Bandara YIA maupun bandara-bandara lainnya. Selain GeNose, pemeriksaan kesehatan melalui rapid test antigen juga masih disediakan oleh bandara YIA.

"Harga GeNose belum ditetapkan oleh kantor pusat. Namun, berkisar Rp40.000 hingga Rp50.000 per sekali pemeriksaan. Selain GeNose, nantinya kami juga melayani swab test antigen. Bagi masyarakat yang menggunakan perjalanan udara bisa memilih menggunakan swab antigen atau GeNose," terang Agus Pandu.

Bandara YIA menyediakan enam unit alat GeNose bagi penumpang. Enam unit berada dalam bilik-bilik pemeriksaan kesehatan bagi setiap penumpang. Petugas yang bertugas untuk melakukan pemeriksaan kesehatan melalui GeNose berjumlah 16 orang. Pemeriksaan sendiri mulai dilakukan sejak pukul 04.00 WIB pagi sampai dengan 19.00 WIB malam.

"Alat GeNose yang kami sediakan ada enam, tapi yang digunakan untuk operasional ada lima alat. Dikarenakan satu alat digunakan untuk cadangan. Para petugas ada sekitar 16 orang. Artinya, petugas-petugas ini siap untuk melaksanakan pemeriksaan Penumpang sejak pukul 04.00 WIB pagi sampai dengan 19.00 WIB malam," ungkap Agus Pandu.

Pemeriksaan GeNose diperkirakan perharinya bakal dilakukan kepada sekitar 1.500 penumpang. Angka tersebut berasal dari 30 penerbangan yang perharinya terjadi di bandara YIA. Pemeriksaan GeNose di bandara YIA juga diklaim oleh Agus Pandu telah menerapkan protokol pencegahan penularan Covid-19 berdasarkan simulasi yang telah dilaksanakan sebelumnya.

"Tentunya kami juga sudah mengantisipasi bagaimana alur para penumpang yang melakukan pemeriksaan Genose melalui protokol Covid-19 yang ditentukan seperti jaga jarak dan pemakaian masker. Sehari ada 30 penerbangan di YIA. Sekali pemberangkatan rata-rata ada 1.500 penumpang per hari," terang Agus Pandu.

Dengan diterapkannya pemeriksaan kesehatan bagi calon penumpang melalui GeNose, diharapkan peningkatan jumlah penumpang akan terjadi dengan cukup signifikan di bandara YIA.

"Dengan adanya Genose yang memberikan sejumlah kemudahan di samping harganya lebih murah, operasional lebih mudah, nantinya diharapkan akan ada peningkatan jumlah penumpang," imbuhnya.

Agus Pandu menyebutkan bandara YIA akan menyediakan kantong udara yang digunakan oleh setiap calon penumpang yang diperiksa menggunakan GeNose dengan jumlah yang cukup. Artinya, jumlahnya cukup untuk melakukan pemeriksaan kepada 1.500 penumpang yang terbang melalui bandara YIA per harinya.