Baznas dan Pemkot Jogja Bersinergi Saling Lengkapi Program

Wakil Walikota Jogja, Heroe Poerwadi (tengah) dan Ketua Baznas Kota Jogja H. Syamsul Azhari (kedua dari kanan) dalam acara jumpa pers Kinerja Baznas Kota Jogja Tahun 2020 di Kompleks Balaikota Jogja pada Selasa (6/4). - ist
08 April 2021 06:37 WIB Sirojul Khafid Jogja Share :

Harianjogja.com, UMBULHARJO -- Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Jogja dan Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja saling melengkapi dalam program-programnya. Dalam penanganan pandemi Covid-19 misalnya, Ketua Baznas Kota Jogja, H. Syamsul Azhari mengatakan apabila Baznas Kota Jogja telah menyalurkan bantuan sebesar Rp 1,9 miliar pada tahun 2020.

Tidak hanya itu, adapula penyaluran dalam hal lain seperti program Yogja Taqwa, Yogya Peduli, Yogya Cerdas, Yogya Sejahtera, dan Yogya Sehat. Selama 2020, Baznas Jogja mengumpulkan Zakat Amil Sedekah (ZIS) dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya (DSKL) sebesar Rp5,4 miliar. Jumlah ini mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya yang mencapai Rp5,9 miliar.

BACA JUGA : Kelola Dana Rp33,2 Miliar, Baznas DIY Bantu Pemda

"ZIS dan DSKL 2020 telah mendapat audit dari kantor akuntan publik. Alhamdulillah mendapatkan hasil Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), atau WTP yang ke-10 kalinya sejak 2011," kata Syamsul dalam acara jumpa pers Kinerja Baznas Kota Jogja Tahun 2020 di Kompleks Balaikota Jogja pada Selasa (6/4/2021).

Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) dan PUSKAS Baznas RI pada tahun 2020 juga telah melakukan pengukuran indeks kepatuhan syariah dan indeks transparansi. Dengan nilai 0,92, indeks transparansi manajemen Baznas Jogja merupakan yang tertinggi di wilayah DIY. Sementara pada tingkat nasional, Baznas Jogja mendapatkan posisi kedua dalam kategori yang sama. Begitupun dalam indeks transparansi keuangan, dengan nilai 0,88, Baznas Jogja menjadi yang tertinggi di DIY. Sementara pada tingkat nasional, mereka menempati posisi ke empat.

Untuk Rencana Kerja Anggaran Tahunan 2021, Baznas Jogja menargetkan penerimaan ZIS dan DSKL sebesar Rp7,3 miliar. Dengan target tersebut ada beberapa program yang telah disiapkan. "Program jelang ramadhan pengadaan paket logistik bahan takjil dan sahur bagi warga kurang mampu. Ada dua ribu paket dengan nilai masing-masing Rp200.000 yang akan mulai dibagikan pada 9 April 2021," kata Syamsul.

Para penerima paket logistik di antaranya pasukan kuning, program sosial polresta Jogja, program sosial dinas kesehatan, penjaga masjid, penjaga Kantor Urusan Agama, penggali kubur, kaum rois, dan lainnya.

BACA JUGA : Baznas Kota Jogja Salurkan Bantuan Lebih dari Rp3 Miliar

Adapula program perbaikan sound sistem dan penyemprotan disinfektan masjid dan musala, pencetakan jadwal imsakiyah, dan lainnya. Di samping program ramadhan, adapula program unggulan Baznas Jogja dalam bentuk kampung sejahtera.

"Salah satu program unggulan berbasis wilayah tahun 2021 berupa Kampung Sejahtera Sudagaran. Pemberdayaan ekonomi dengan sasaran alih fungsi peternak babi dengan usaha lain. Ada home industry, toko kelontong dan lainnya," kata Syamsul.

Kampung Sudagaran akan menjadi pilot projek Zakat Wakaf Community Development. Nantinya program ini akan berkembang ke wilayah-wilayah lain. Wakil Walikota Jogja Heroe Poerwadi mengatakan Baznas Jogja dan Pemkot Jogja selalu berdiskusi dan bekerja sama, terutama dalam penanganan pandemi Covid-19. Tidak hanya itu, dalam pemberdayaan masyarakat, pemkot Jogja juga mendapat back-up dari Baznas Jogja. Hal ini termasuk dalam program kampung sejahtera yang ada di Sudagaraan.

"Bagian dari komitmen Baznas Jogja yang terus ikut dengan pemkot untuk memajukan program, yang menyangkut dengan pemberdayaan masyarakat terutama yang terkait daerah yang rawan atau karakternya memiliki potensi kemerosotan," kata Heroe.

Menurut Heroe, program Baznas Jogja turut serta dalam pengentasan kemiskinan dan memperbaiki pengelolaan sumber daya manusia, termasuk pengelolaan pekerjaan yang lebih barokah. "Saling mengisi. Pemkot melakukan apa dan Baznas melakukan apa," kata Heroe.